The role of the family in the educational process, is an inevitable necessity, this is because the important role of the family as the environment of origin, and also the first environment for humans. This shows, the existence of the family is very important, in supporting the achievement of educational goals. Facts and reality in the field show that, the role of the family today, has not shown its maximum effort as the main educational institution, so that there is a practice of violence in the family, both against wife and child, which is certainly very contradictory basic principles in the process of education. The presence of this article, intended to explore the important role of the family, in the educational process based on the perspective of the Qur'an and Hadith. This exploration is intended to gain a fundamental essence in the process of family education, so as to provide a new perspective on the perceiving of the family as an important part of the humanizing process. Abstrak Peran keluarga dalam proses pendidikan, adalah suatu keniscayaan yang tidak dapat dielakkan, hal ini sebabkan peran penting keluarga sebagai lingkungan asal, dan sekaligus lingkungan pertama bagi manusia. Hal ini menunjukkan, eksistensi keluarga yang sangat penting artinya, dalam menunjang ketercapain tujuan pendidikan. Berbagai fakta dan realitas dilapangan menunjukkan bahwa, peran keluarga dewasa ini, belum menampilkan usaha maksimalnya sebagai lembaga pendidikan utama, sehingga terjadilah praktik kekerasan dalam keluarga, baik terhadap istri maupun anak, yang tentunya sangat bertentangan prinsip-prinsip dasar dalam proses pendidikan. Hadirnya artikel ini, dimaksudkan untuk mengekslorasi peran penting keluarga, dalam proses pendidikan berdasarkan sudut pandang Al-Qur’an dan Hadis. Pengeksplorasian ini, dimaksudkan untuk mendapatkan esensi mendasar dalam proses pendidikan keluarga, sehingga dapat memberikan sudut pandang baru dalam mempresepsikan keluarga, sebagai bagian penting dari proses pemanusian manusia humanisasi. Discover the world's research25+ million members160+ million publication billion citationsJoin for free 52 KONSEP PENDIDIKAN KELUARGA DALAM PERSPEKTIF AL-QUR`AN DAN HADIS Syahrial Labaso’ Program Pascasarjana Manajemen dan Kebijakan Pendidikan Islam Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Sunan Kalijaga Yogyakrata e-mail DOI Abstract The role of the family in the educational process, is an inevitable necessity, this is because the important role of the family as the environment of origin, and also the first environment for humans. This shows, the existence of the family is very important, in supporting the achievement of educational goals. Facts and reality in the field show that, the role of the family today, has not shown its maximum effort as the main educational institution, so that there is a practice of violence in the family, both against wife and child, which is certainly very contradictory basic principles in the process of education. The presence of this article, intended to explore the important role of the family, in the educational process based on the perspective of the Qur'an and Hadith. This exploration is intended to gain a fundamental essence in the process of family education, so as to provide a new perspective on the perceiving of the family as an important part of the humanizing process. KeywordsEducation, Family, Qur'an, and Hadith. Abstrak Peran keluarga dalam proses pendidikan, adalah suatu keniscayaan yang tidak dapat dielakkan, hal ini sebabkan peran penting keluarga sebagai lingkungan asal, dan sekaligus lingkungan pertama bagi manusia. Hal ini menunjukkan, eksistensi keluarga yang sangat penting artinya, dalam menunjang ketercapain tujuan pendidikan. Berbagai fakta dan realitas dilapangan menunjukkan bahwa, peran keluarga dewasa ini, belum menampilkan usaha maksimalnya sebagai lembaga pendidikan utama, sehingga terjadilah praktik kekerasan dalam keluarga, baik terhadap istri maupun anak, yang tentunya sangat bertentangan prinsip-prinsip dasar dalam proses pendidikan. Hadirnya artikel ini, dimaksudkan untuk mengekslorasi peran penting keluarga, dalam proses pendidikan berdasarkan sudut pandang Al-Qur’an dan Hadis. Pengeksplorasian ini,dimaksudkan untuk mendapatkan esensi mendasar dalam proses pendidikan keluarga, sehingga dapat memberikan sudut pandang baru dalam mempresepsikan keluarga, sebagai bagian penting dari proses pemanusian manusia humanisasi. Kata Kunci Pendidikan, Keluarga, Al-Qur’an, Hadis. Pendahuluan Pendidikan merupakan bagian penting dalam kehidupan manusia. Sebab melalui pendidikanlah, manusia dapat belajar untuk mengenali potensi dirinya, dan kemudian memanfaatkannya. sehingga dengannya, akan menghasilkan Jurnal Pendidikan Agama Islam, Vol. XV, No. 1, Juni 2018 53 kemaslahatan baik bagi dirinya sendiri, maupun secara luas bagi lingkungan yang ada disekitarnya. Hal ini menunjukkan bahwa, proses pendidikan membutuhkan perhatian yang serius dari semua pihak dan kalangan, karena output dari proses pendidikan akan turut mempengaruhi lingkungan, baik dalam skala mikro sosial keluarga, maupun dalam skala makro sosial lingkungan/masyarakat.Sehingga dari hal tersebut, terlihat dengan jelas bahwa dalam proses penyelengaraan pendidikan, meniscayakan perlunya keterpaduan yang holistik dan sekaligus simultan, dari berbagai pihak dalam mengawal jalannya proses pendidikan, sehingga dapat mewujudkan harapan dan tujuan dari proses pendidikan yang dimaksud. Secara teoritis proses penyelengaraan pendidikan dibangun diatas tiga pilar utama, yakni keluarga, masyarakat, dan sekolah/pemerintah. Dari ketiga hal tersebut, keluarga dipandang sebagai pilar pendidikan yang sangat berpengaruh dalam proses pembentukan anak itu sendiri. Hal ini disebabkan peran masyarakat dan sekolah/pemerintah, hanya sebagai lembaga pendidikan lanjutan, untuk memperkuat lembaga pendidikan utama, sementara lembaga pendidikan utama dalam hal ini, ialah keluarga itu sendiri Yohana, 20172. Keberadaan keluarga sebagai lembaga sosial pertama yang terbentuk dalam pranata kehidupan manusia, dipandang sangat memberikan pengaruh dalam mendesain kepribadian manusia sebagai individu, dan sekaligus makhluk sosial yang baik dilingkungannya. Keluarga sebagai lembaga pendidikan utama, tentunya diharapkan dapat menjadi motor pengerak dalam proses pendidikan. Hal ini berarti, oreantasi utama dalam keluaraga, seyognya mencerminkan nilai-nilai pendidikan, sehingga seluruh rutinitas dalam keluarga tersebut, akan berdampak pada proses pemanusian manusia Humanisasi, sebagai tujuan utama dalam proses pendidikan. Namun beberapa fakta yang dihimpun oleh penulis, menyatakan hal yang sebaliknya. Hal ini misalnya, dapat dilihat dari laporan Komisi Perlindungan Anak Indonesia KPAI yang diterbitkan pada tanggal 20 Maret 2017 tentang kenakalan Syahrial Labaso’, Konsep Pendidikan Keluarga dalam.. 54 remaja yang semakin meningkat, sementara dilain pihak laporan Badan Pusat Statistik BPS, menyatakan satu dari tiga perempuan usia 15–64 tahun pernah mengalami kekerasan fisik dan/atau seksual selama hidupnya, dan terakhir laporan CNN Indonesia tanggal 21 Desember 2016 yang menyatakan bahwa 25,86 persen kekerasan dalam rumah tangga di Indonesia berupa pemukulan yang dilakukan oleh suami terhadap istri. Sajian fakta ini memperlihatkan bahwa keluarga belum dapat memainkan peran pentingnya sebagai lembaga pendidikan awal, yang diharapkan dapat membentuk watak dan kepribadian manusia seutuhnya. Hal inilah yang mendorong penulis untuk melakukan peninjauan kembali mengenai konteks pendidikan keluarga, yang dilihat dari perspektif Al-Qur’an dan Hadis, sebagai solusi yang sangat relevan dengan kondisi saat ini. Posisi Al-Qur’an dan Hadis sebagai wahyu diyakini dapat memberikan sudut pandang baru, yang komprehensif dalam memaknai Pendidikan keluarga sebagai suatu fenomena sosial. Pendidikan keluarga dalam perspektif Al-Qur’an dan Hadis, tidak hanya memahami keluarga secara konservatif, namun berupaya melakukan reinterpretasi yang sesuai dengan kebutuhan dasar manusia, berdasarkan prinsip-prinsip kehidupan secara universal. Sehingga dengannya, keluarga diyakini dapat tampil sebagai lembaga pendidikan digarda terdepan, dalam membangun kualitas sumber daya manusia yang handal dan kompetitif. Konsep Dasar Pendidikan Keluarga Kehadiran keluarga dalam diskursus pendidikan, merupakan suatu keniscayaan yang tidak dapat dihindari, hal ini berangkat dari adanya kesadaran mendasar, bahwa keluarga merupakan kelompok sosial pertama bagi manusia. Dalam keluargalah untuk pertama kalinya, manusia belajar berkomunikasi dan berinteraksi dengan manusia lainnya, dalam keluarga pula manusia berupaya mengenal dirinya, dan kemudian berusaha mengkonstruksi kehidupannya. Keluarga menjadi referensi awal bagi manusia secara umum, untuk membentuk paradigma kehidupannya. Hal ini merupakan proses yang secara alamiah lahir Jurnal Pendidikan Agama Islam, Vol. XV, No. 1, Juni 2018 55 sebagai suatu kesatuan utuh dalam dimensi kehidupan manusia. Oleh karena proses sosial yang sedemikian penting tercipta untuk pertama kalinya dalam lingkaran keluarga, maka hal inilah yang menjadi dasar mengapa proses pembentukan kepribadian manusia berawal dari pendidikan keluarga. Berbagai sudut pandang yang dikemukakan oleh para ahli mengenai pendidikan keluarga. Misalnya pandangan Mansurmendefinisikan pendidikan keluarga merupakan proses pemberian nilai-nilai positif bagi tumbuh kembang anak sebagai fondasi pendidikan selanjutnya. Selain itu, Abdullah juga mendefinisikan pendidikan keluarga adalah segala usaha yang dilakukan oleh orang tua berupa pembiasaan dan improvisasi, untuk membantu perkembangan pribadi anak. Pendapat lain yang dikemukakan oleh an-Nahlawi dan Hasan Langgulung,yang memberikan batasan terhadap pengertian pendidikan keluarga, sebagai usaha yang dilakukan oleh ayah dan ibu sebagai orang yang diberi tanggung jawab untuk memberikan nilai-nilai, akhlak, keteladanan dan kefitrahan Jailani, 2014248. Dari defenisi para ahli tersebut, dapat disimpulkan bahwa pendidikan keluarga merupakan hal primer yang erat kaitannya dengan awal pembentukan jati diri manusia. Peran penting pendidikan keluarga dalam membentuk karakter anak juga diuraikan oleh Ki Hajar Dewantara,yang menyatakan bahwa alam keluarga bagi setiap orang anak adalah alam pendidikan permulaan. Untuk pertama kalinya, orang tua ayah maupun ibu berkedudukan sebagai penuntun guru, sebagai pengajar, sebagai pendidik, pembimbing dan sebagai pendidik yang utama diperoleh anak. Berbagai pendapat para ahli di atas, menunjukkan konsep pendidikan keluarga, Tidak hanya sekedar tindakan proses, akan tetapi ia hadir dalam praktek dan implementasi, yang dilaksanakan oleh orang tua ayah-ibu melalui penanaman nilai-nilai pendidikan dalam keluarga. Adapun secara konstitusional, urgensi pembangunan keluarga telah diuraikan dalamUndang-Undang Nomor 52 Tahun 2009,tentang perkembangan kependudukan dan Syahrial Labaso’, Konsep Pendidikan Keluarga dalam.. 56 pembangunan keluarga Bab II, Pasal 4 ayat 2 yang menyatakan bahwa “Pembangunan keluarga bertujuan untuk meningkatkan kualitas keluarga agar dapat timbul rasa aman, tenteram, dan harapan masa depan yang lebih baik, dalam mewujudkan kesejahteraan lahir dan kebahagiaan batin.” Landasan konstitusional diatas, menegaskan pandangan bangsa Indonesia bahwa peran penting keluarga menjadi sangat vital dalam pembangunan sumber daya manusia, tidak hanya dalam lingkup domestik, namun juga diharapkan dapat menjadi penyanggah stabilitas sosial dalam arti yang lebih luas, yakni mewujudkan kesejahteraan dan kebahagian lahir dan batin. Hal ini sejalan dengan konvensi United Nation tahun 1993, yang menyatakan bahwa fungsi keluarga meliputi fungsi pengukuhan ikatan suami istri, prokreasi dan hubungan seksual, sosialisasi dan pendidikan anak, pemberian nama dan status, perawatan dasar anak, perlindungan anggota keluarga, rekreasi dan perawatan emosi, serta pertukaran barang dan jasa Puspitawati, 20132. Eksistensi keluarga dalam pranata sosial, juga dipahami sebagai sebuah proses pembelajaran. Mengingat manusia adalah makhluk sosial, dan keluarga merupakan lembaga sosial terkecil yang menyangkut hubungan antara pribadi dan hubungan antara manusia dengan lingkungan di sekitarnya Puspitawati, 20134. Secara ideal komunikasi dan pola interaksi yang terjadi dalam internal keluarga menjadikan setiap individu dalam keluarga tersebut menyadari tugas dan tangungjawabnya masing-masing, kesadaran akan tugas dan tanggungjawab tersebut, yang akan melahirkan kedewasaan berpikir dan bertindak, sehingga pada gilirannya nanti, akan melahirkan individu yang memiliki integritas, dan kapabiltas yang handal di masyarakat. Pada titik inilah keluarga memiliki ruang yang sangat luas untuk memainkan peran dan fungsinya sebagai lembaga pendidikan awal yang sangat strategis. Pentingnya pendidikan keluarga dalam proses pendidikan, juga disebabkan karena keluarga merupakan lingkungan pertama yang dikenali oleh seorang anak. Dalam lingkungan tersebut, anak akan belajar mengenali kararakter dari anggota keluarganya, sehingga akan Jurnal Pendidikan Agama Islam, Vol. XV, No. 1, Juni 2018 57 membentuk pola perilaku yang kemudian akan menjadi kebiasaan dalam hidupnya sehingga pada gilirannya nanti akan menjadi karakter yang melekat pada anak tersebut sebagai bagian dari ciri khas kepribadiannya. Model inilah yang sesungguhnya menjadi esensi utama dalam pendidikan, yang sebahagian besar proses pembentukannya terjadi dalam keluarga. Dalam proses pertumbuhan anak, keluarga merupakan hal terpenting yang menjadi pusat perhatian, hal ini disebabkan karenakeluarga memberikan pengalaman pertama yang merupakan faktoryang sangat menentukan dalam pembentukan kepribadian anak Wahyu, 2012253. Berdasarakan uraian dan deskripsi diatas, dapatlah dipahami bahwa konsep pendidikan keluarga, merupakan substansi utama dalam pendidikan. Dari lingkungan keluargalah anak akan mendapatkan gambaran awal yang menjadi representasi dalam kehidupannya. Representasi awal yang diterima dan diyakini anak sebagai kebenaran dalam keluarganya, akan membentuk paradigma mendasar, yang kelak akan menentukan perilaku dan karakter sang anak, hingga menjadi dewasa di lingkugan sosialnya. Sehingga pada hakekatnya, pendidikan keluarga baik yang dilakukan secara langsung melalui pengajaran dan pembiasaan, maupun secara tidak langsung melalui keteladan orang tuanya, tidak hanya bertujuan sebagai proses pemindahan pengetahuan transfer of knowledge, melainkan juga sebagai penanaman nilai transfer of values. Esensi pendidikan keluarga sebagai bentuk penanaman nilai transfer of values adalah hal yang sangat fundamental dalam proses pendidikan. Pandangan Al-Qur’an Mengenai Pendidikan Keluarga ayat 6 Terjemahnya “Hai orang-orang yang beriman, peliharalah diri kamu dan keluarga kamu dari api yang bahan bakarnya adalah manusia-manusia dan batu-batu; Diatasnya malaikat yang kasar-kasar, yang keras-keras, yang tidak mendurhakai Allah menyangkut apa yang Dia perintahkan kepada mereka dan mereka mengerjakan apa yang diperintahkan”. Syahrial Labaso’, Konsep Pendidikan Keluarga dalam.. 58 Pada ayat di atas terdapat kata qu anfusakum yang berarti, buatlah sesuatu yang dapat menjadi penghalang datangnya siksaan api neraka dengan cara menjauhkan perbuatan maksiat. Memperkuat diri agar tidak mengikuti hawa nafsu, dan senantiasa taat menjalankan perintah Allah swt. Selanjutnya kata wa ahlikum, maksudnya adalah keluargamu yang terdiri dari istri, anak, saudara, kerabat, pembantu dan budak, diperintahkan kepada mereka agar menjaganya, dengan cara memberikan bimbingan, nasehat, dan pendidikan kepada mereka. Perintahkan mereka untuk melaksanakannya dan membantu mereka dalam merealisasikannya. Bila melihat ada yang berbuat maksiat kepada Allah swt maka cegah dan larang mereka. Ini merupakan kewajiban setiap muslim, yaitu mengajarkan kepada orang yang berada di bawah tanggung jawabnya, segala sesuatu yang telah diwajibkan dan dilarang oleh Allah swt Srifariyati, 2016231. Adapun menurut tafsiran Shihab dalam kitab tafsir Al-Misbahnya, menyatakan bahwa QS. At-Tahrim ayat 6 merupakan gambaran bahwa dakwah dan pedidikan harusah berawal dari rumah. Walaupun secara redaksional ayat tersebut tertuju kepada kaum pria ayah, namun hal tersebut bukan berarti hanya tertuju kepada mereka. Istilah Ayat tersebut juga meliputi perempuan dan lelaki ibu dan ayah sebagaimana ayat-ayat yang serupa misalnya ayat yang memerintahkan berpuasa yang juga tertuju kepada lelaki dan perempuan. Fakta tersebut mengindikasikan adanya pertangung jawaban moril orang tua untuk bertanggung jawab terhadap anak-anaknya dan juga kepada pasangannya masing-masing, sebagaimana masing-masing bertanggung jawab atas kelakuannya Shihab, 2005237. Ayah atau ibu sendiri tidak cukup untuk menciptakan keadaan rumah tangga yang diliputi oleh nilai-nilai agama, serta diliputi oleh hubungan yang harmonis, melainkan harus terjalin kerjasama sebagai relasi yang setara untuk mewujudkan hal tersebut . QS. Thaaha ayat 132 Jurnal Pendidikan Agama Islam, Vol. XV, No. 1, Juni 2018 59 Terjemahnya “Dan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan shalat danbersabarlah kamu dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rezkikepadamu, kamilah yang memberi rezki kepadamu. dan akibat yang baikitu adalah bagi orang yang bertakwa”. Ayat ini memerintahkan Nabi Muhammad saw, dan setiap kepala keluargamuslim, untuk memerintahkan keluarganya melaksanakan sholat secara baik danberkesinambungan, pada setiap waktunya dan bersungguh-sungguhlah engkau wahaiNabi Muhammad saw dalam bersabar atasnya, yakni dalam melaksanakannya. Kami tidak meminta kepadamu rezekidengan perintah shalat ini, atau Kami tidakmembebanimu untuk menanggung rezeki bagi dirimu atau keluargamu, Kami-lah yang memberi jaminan rezeki kepadamu. Dan kesudahan yang baik di dunia dan diakhirat adalah bagi orang-orang yang menghiasi dirinya dengan ketakwaan Ni’mah, 201135. Ayat di atas QS. Thaaha ayat 132 dan sebelumnya QS. At-Tahrim ayat 6 memiliki korelasi perintah, dimana Allah swt menyuruh Nabi Muhammad sawuntuk memelihara keluarganya, yaitu dengan cara menyuruh ahlinya keluarganyamelaksanakan shalat dan bersabar dalam melaksanakannya. Maka dapatlah kitamemahami bahwa pengaruh da’wah yang beliau lakukan akan lebih besar jika ahlinyakeluarga yang terdekat, anak-anak dan istri-istrinya bersembahyang bertauhid sepertibeliau pula. Dan terlihat dari ayat tersebut, beliaulah Muhammad saw yang diperintahkan lebih dahulu,supaya mengamalkan sembahyang bertauhid untuk dirinya, kemudian supaya disuruhnya pulapara ahlinya keluarganya Ni’mah, 201136. QS. Asy-Syu’ara ayat 214 Terjemahnya “Dan berilah peringatan kepada kerabat-kerabatmu Muhammad yangTerdekat”. Ayat tersebut diatas memerintahkan Nabi Muhammad saw untuk menghindarikemusyrikan yang dijelaskan pada ayat sebelumnya, maka pada ayat ini Allah swt berpesan kembali kepada Nabi Muhammad saw, untuk menghindari segala hal Syahrial Labaso’, Konsep Pendidikan Keluarga dalam.. 60 yangdapat mengundang murka Allah swt, dan berilah peringatan-peringatan kepada kerabat-kerabatmu yang terdekat tanpa pilih kasih. Dan rendahkanlah dirimu yakni berlaku lemah lembut, dan rendah hatilah terhadap orang-orang yang bersungguh-sungguh mengikutimu, yaitu orang-orang mukmin baik itu kerabatmu atau bukan Ni’mah, 201138. QS. Ali-Imran ayat 33 Terjemahnya “Sesungguhnya Allah telah memilih Adam, Nuh, keluarga Ibrahim dankeluarga 'Imran melebihi segala umat di masa mereka masing-masing.” Ayat diatas mengimformasikan bahwa sesungguhnya Dia Allah telah memilih beberapa keluarga atas penghuni bumi lainnya. Allah swt memilih Adam, Diamenciptakannya dengan tangannya, meniupkan kepadanya sebagian dari ruh-Nya, menjadikan para malaikat bersujud kepada-Nya, mengajarkan nama-nama setiap benda, menempatkannya di surga. Dalam semua perbuatan terdapat hikmahnya. Allah swt juga memilih Nuh sebagai Rasul pertama yang diutus-Nya bagi penghuni bumi, tatkala manusia mulai menyembah berhala dan syirik kepada Allah swt. Allah swt juga memilih keluarga Ibrahim, yang diantaranya ada junjungan manusia, yaitu Muhammad saw sebagai bagian dari keturunan ibrahim. Allah swt juga memilih keluarga Imran. Yang dimaksud Imran di sini ialah ayahanda Maryam binti Imran, dan ibundanya Isa bin Maryam, ia juga merupakan keturunan Ibrahim Ni’mah, 201139. QS. Al-Saffaat ayat 102 Terjemahnya “Maka tatkala anak itu sampai pada umur sanggup berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata "Hai anakku Sesungguhnya Aku melihat dalam mimpi bahwa Aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!" ia menjawab "Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar". Ayat di atas menggambarkan perintah penyembelihan lewatmimpi yang datang dari Allah swt. Maka Jurnal Pendidikan Agama Islam, Vol. XV, No. 1, Juni 2018 61 Ibrahim harus percayaterlebih dahulu dan Isma’il juga harus mempercayainya bahwa mimpi bapaknya adalah wahyu yang turun dari Allah swt. Di sini dapatditarik kesimpulan bahwa ayat di atas mengandung materi pendidikankeimanan atau aqidah terhadap wahyu para Nabi saw. Selanjutnya sikapIbrahim meminta pendapat Isma’il dengan lapang dada mengandung materi pendidikan berupa pendidikan akhlak, yaitu sikap sabar danikhlas yang dimiliki Ibrahim karena ia mempunyai hati yang ada bantahan dan kemarahan sedikitpun dari Ibrahim, dalammenyampaikan mimpi yang dialaminya kepada Isma’il Nasihah, 201578. Ayat diatas juga mengandung metode dialogis dan demokratis, dilihat dari percakapan antara Ibrahim dan Isma’il, dengan mengedepankan sikap bijak agar menghasilkan kesepakatan diantara keduanya. Dan Ibrahim tidak memaksa sedikitpun kepada Isma'il agar sanggup untuk disembelih tetapi Ibrahim menggunakan hak Isma’il sepenuhnya. Dalam ayat ini, sikap Ibrahim digambarkan sebagai pendidik dan Ismail digambarkan sebagai peserta didik,sangat jelas ditampilkan dengan membawa sikap patuh dan tunduk sepenuhnya terhadap kebenaran. Pandangan Hadis Mengenai Pendidikan Keluarga At-Tirmidzi Artinya Dari Abdan dari Abdullah dari Musa bin Uqbah dari Nafi’ dari Ibnu Umar radhiyallahu anhuma dari Nabi SAW bersabda Setiap kamu adalah pemimpin dan bertanggung jawab atas kepemimpinannya itu. Kepala negara adalah pemimpin, laki-laki adalah pemimpin atas anggota keluarganya, wanita adalah pemimpin atas rumah suaminya dan anak-anaknya, maka setiap kamu adalah pemimpin dan bertanggung jawab atas kepemimpinanmu itu. At-Tirmidzi Hadis tersebut menjelaskan bahwa, peran orang tua dalam keluarga baik ayah maupun ibu terhadap anak-anak sangatlah mendasar. Hal terlihat dari pentingnya tanggung jawab orang tua,dalammemastikan Syahrial Labaso’, Konsep Pendidikan Keluarga dalam.. 62 bahwa lingkungan keluarga telah mendukung proses tumbuh kembang anak, menjadi pribadi yang dewasa dan keluarga secara tidak sadar merupakan alat pendidikan meskipun peristiwa disekeliling anak tersebut tidak terdapat unsur kesengajaan, namun keadaan tersebut mempunyai pengaruh terhadap pendidikan baik positif maupun negatif Padjrin, 20165. HR. Abu Dawud , Artinya “Berkata Mu’ammal ibn Hisyam Ya’ni al Asykuri, berkata Ismail dari Abi Hamzah, berkata Abu Dawud dan dia adalah sawwaru ibn Dawud Abu Hamzah Al Muzanni Al Shoirofi dari Amru ibn Syu’aib dari ayahnya dari kakeknya berkata, berkata Rasulullah SAW Suruhlah anakmu melakukan sholat ketika berumur tujuh tahun. Dan pukullah mereka karena mereka meninggalkan sholat ketika berumur sepuluh tahun. Dan pisahlah mereka anak laki-laki dan perempuan dari tempat tidur.” Abu Dawud Dari hadits di atas tampak sebuah metode pendidikan anak yaitu Pertama, memerintahkan anak untuk melakukan sholat pada usia 7 tahun. Kedua, setelah usia 10 tahun, bila seorang anak masih terlihat belum melaksanakan sholat, padahal orang tua sudah mengingatkannya orang tua boleh dengan peringatan yang agak keras yakni memukul anak tersebut pada bagian yang tidak membahayakan. Ketiga, pada masa ini anak menginjak usia puber baligh, maka diantara mereka harus sudah dipisahkan tempat tidurnya. Pada fase ini pendidikan dan pengarahan orang tua berkenaan dengan pembinaan ibadah dan agama yang difokuskan sejak anak-anak untuk membentuk mentalitas keluarga Daradjat, 1995 122. Konsep Pendidikan Keluarga Dalam Telaah Al-Qur’an dan Hadis Berdasarkan telaah terhadap teks al-Qur’an dan Hadis mengenai pendidikan keluarga, maka dapat dikelompokkan tiga periodesasi yang terjadi dalam proses pendidikan keluarga, yaitu Zuhairini, 2006157 1. Periode Konsepsi Jurnal Pendidikan Agama Islam, Vol. XV, No. 1, Juni 2018 63 Terbentuknya keluarga yang sakinah serta anak-anak yang Shalih/shalihah sebagai representasi keberhasilan pendidikan keluarga, memerlukan proses yang sangat panjang. Proses tersebut bahkan harus diawali saat pemilihan pasangan hidup sampai dengan saat-saat menjelang kelahiran sang anak. Hal ini dipandang penting, sebab suami dan isteri dalam komunitas keluarga merupakan pelaku pendidikan yang berperan sebagai ayah dan ibu dalam keluarga. Berhasil ataupun gagalnya proses pendidikan dalam keluarga, akan sangat bergantung pada kualitas suami dan istri, serta pola kerjasama yang terbangun di dalamnya. Hal inilah yang menjadikan, periode konsepsi dalam pemilihan pasangan hidup menjadi bagian yang turut menentukan kualitas keluarga yang nantinya akan terbentuk. Secara eksplisit, Rasullulah saw, telah memberikan gambaran mengenai hal tersebut, yakni melalui hadis yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim “Perempuan itu dinikahkan karena empat perkara, yaitu karena hartanya, karena keturunannya, karena kecantikannya, atau karena agamanya. Akan tetapi pilihlah berdasarkan agamanya niscaya selamat dirimu.”HR. Bukhari dan Muslim. Hadis tersebut mengambarkan bahwa, proses pernikahan yang dilaksanakan untuk membentuk ikatan keluarga, tidak hanya terjadi secara natural, namun memiliki standarisasi yang harus dipenuhi. Standarisasi tersebut merupakan upaya konstruktif yang bertujuan untuk memastikan bahwa keluarga tersebut dapat menjadi keluarga yang sakinah, sehingga pada gilirannya nanti akan mampu mencetak generasi-generasi emas yang produktif serta berakhlaqul karimah. Mengingat pentingnya periode ini sebagai awal pembentukan keluarga, maka Islam melalui tuntunan Al-Qur’an dan Hadisnya sangat memberikan perhatian penuh dalam periodesasi ini, adapun cakupan dalam periode konsepsi ini ialah memilih suami, memilih istri, dan proses pernikahan. 2. Periode Pra Natal/ Prenatal Ajaran Islam menyebutkan bahwa masa kehamilan prenatal, Syahrial Labaso’, Konsep Pendidikan Keluarga dalam.. 64 merupakan masa yang menentukan bagi kehidupan masa depan anak. Apa yang dirasakan anak ketika masih berada dalam kandungan, digambarkan sebagai situasi yang akan dialami dalam kehidupan selanjutnya Istigfaroh, 201242. Dalam QS. Ali Iman ayat 6 Allah swt berfirman “Dialah yang membentuk kamu dalam rahim sebagaimana dikehendaki-Nya. Tidak ada Tuhan yang berhak disembah melainkan Dia, yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana”. QS. Ali Iman ayat 6 Dahulu para ahli pendidikan berpendapat, bahwa pendidikan anak secara aktif dimulai setelah anak tersebut berumur 7 tahun. Kemudian berkembang pendapat baru, bahwa pendidikan anak secara akif dimulai setelah anak berumur 4 tahun yakni pendidikan Taman Kanak-kanak TK. pendapat tersebut lama bertahan. Namun muncul pendapat baru yang menyatakan bahwa pendidikan anak secara aktif dimulai sejak anak tersebut lahir. Hasil temuan terbaru dewasa ini, mengantarkan pada kenyataan bahwa pendidikan anak sebenarnya secara aktif telah dimulai saat istri positif mengandung, terutama saat bayi yang ada dalam kandungannya telah dapat bergerak, sebagai pertanda telah mendapat ruh nyawa. Al-Qur’an telah menjelaskan bahwa ruh nyawa yang ditiupkan malaikat, berdasarkan izin dan perintah dari Allah swt. Dalam Al-Qur’an telah tergambarkan bahwa anak yang berada dalam kandungan memiliki kemampuan kognitif yang tinggi. Hal ini tergambarkan pada firman Allah swt dalam QS. Al-A’raf ayat 172 “Dan ingatlah, ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka seraya berfirman "Bukankah Aku ini Tuhanmu?" Mereka menjawab "Betul Engkau Tuban kami, kami menjadi saksi." Kami lakukan yang demikian itu agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan "Sesungguhnya kami bani Adam adalah orang-orang yang lengah terhadap ini keesaan Tuhan".QS. Al-A’raf ayat 172. Menurut Abul A’la al-Maududi dalam tafsirnya, ayat diatas menjelaskan bahwa Allah akan mengumpulkan seluruh manusia, membariskan mereka berdasarkan kumpulan, kelompok atau zaman- Jurnal Pendidikan Agama Islam, Vol. XV, No. 1, Juni 2018 65 zaman tertentu memberikan mereka bentuk akal pikiran dan kemampuan berbicara. Lalu Allah mengambil perjanjian dan kesaksian bahwa Allah sebagai Tuhannya. Mereka menjawab dan membenarkan bahwa Allah adalah Tuhan Yang Maha Esa Mar’atussholihah, 200743. Ruh yang mengaku bertuhan kepada Allah swt dalam proses pembaitan tersebut mengindikasikan bahwa anak yang dalam kandungan sudah dapat didik dan telah beriman. Hal inilah yang menjadi dasar bahwa anak yang berada dalam kandungan prenatal sudah dapat didik. Karena ia sendiri, sebenarnya sudah hidup berkat ruh yang diberikan Allah swt kepadanya. Nyawa ruh inilah yang sesungguhnya membuat janin menjadi responsive terhadap rangsangan-rangsangan yang diberikan. Pendidikan prenatal menjadi salah satu bagian penting dari rangkaian pendidikan keluarga yang turut menentukan karakter dan kepribadian anak yang dihasilkan tersebut. 3. Periode Post Natal Pendidikan keluarga pada periode post natal, dipahami oleh penulis sebagai pola pendidikan keluarga yang dilakukan setelah anak lahir ke dunia, pendidikan keluarga pada periode ini oleh penulis diaplikasikan kepada masing-masing pihak yang terlibat secara aktif di dalam proses pendidikan tersebut. Hal ini berangkat dari kesadaran penulis yang menyakini bahwa, pendidikan keluarga sesungguhnya merupakan proses pendidikan, yang dilakukan kepada semua pihak yang menjadi komponen pelaku utama dalam keluarga, yang meliputi 1 Pendidikan suami dalam konteks pendidikan keluarga, dimaksudkan sebagai proses pendidikan yang menyangkut hal-hal yang menjadi tanggung jawab suami untuk diupayakan menyangkut hubungannya dengan hak istri. Dalam Al-Qur’an Allah swt berfirman QS. An-Nisa ayat 34 “Kaum laki-laki adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka laki-laki atas sebahagian yang lain wanita, dan karena mereka laki-laki telah menafkahkan sebahagian dari hata mereka.QS. An-Nisa ayat 34. Syahrial Labaso’, Konsep Pendidikan Keluarga dalam.. 66 Adapun dalam sabda Nabi saw “seorang laki-laki adalah pemimpin atas keluargannya dan ia bertanggung jawab atas mereka.”HR. At-Tirmizi. 2 Pendidikan pendidikan suami diatas, pendidikan kepada Istri juga merupakan hal yang tidak kalah pentingnya, hal ini berangkat dari adanya kesadaran bahwa tugas penting seorang istri dalam rumah tangga sangat menentukan kualitas keluarga tersebut. Hal ini disebabkan karena secara umum waktu perempuan lebih banyak dihabiskan dilingkungan keluargannya. Hal ini sejalan dengan pendapat Dian Lestari bahwa dibalik seorang laki-laki suami yang hebat terdapat perempuan istri yang hebat pula. Hal ini dicontohkan oleh salah satu tokoh istri yang sangat luar biasa dalam sejarah umat Islam yakni Siti Khadijah istri Rasulullah saw, kesetian dan pengorbanannya yang tulus menjadi salah satu pendorong utama sprit dan motivasi dakwah Rasulullah saw Lestari, 2016262. Hal ini memperlihatkan bahwa seorang istri memiliki andil yang sangat besar dalam mewujudkan keluarga yang tentram dan bahagia. Dalam Al-Qur’an Allah swt berfirman QS. An-Nisa ayat 34 “...Wanita yang shaleh ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada oleh karena Allah telah memelihara mereka..”QS. An-Nisa ayat 34 Hal ini didukung pula oleh hadis Nabi saw Istri adalah pemimpin di rumah suaminya dan bertanggung jawab atas mereka yang dipimpinnya 3 Pendidikan Orang orang tua dalam konteks pendidikan keluarga dipahami sebagai pendidikan yang menitik beratkan pada tugas serta tanggungjawab ayah dan ibu sebagai orang tua, yang menyangkut hubungan dengan anak-anaknya. Hal ini penting sebab dalam keluarga, orang tua merupakan sumber keteladanan bagi anak-anaknya, sehinggga peran orang tua dalam keluarga turut menjadi penentu yang sangat berperan penting dalam menentukan kualitas output keluarga itu sendiri. mengingat Jurnal Pendidikan Agama Islam, Vol. XV, No. 1, Juni 2018 67 pentingnya peran orang tua dalam keluarga, maka dipandang perlu melakukan pendidikan orang tua sebagai bentuk proses penyadaran akan tugas dan tanggung jawabnya sebagai orang tua yang baik dalam keluarga. 4 Pendidikan Anak. Pendidikan anak dalam konteks pendidikan keluarga pada dasarnya merupakan upaya yang dilakukan untuk menanamkan nilai-nilai kebaikan yang menyangkut hubungannya dengan kedua orang tuanya, output yang diharapkan dari pendidikn anak ialah lahirnya anak-anak yang shalih dan shalihah dalam keluarga. Esensi dari pendidikan anak ialah mengupayakan terjadinya penyadaran secara komprehensif, sehingga sang anak akan memposisikan dirinya sebagaimana tugas dan tanggung jawabnya sebagai seorang anak dalam keluarga, yakni berbakti kepada orang penting keluarga sebagai basis pendidikan anak telah diuraikan oleh Mufatihatut Taubah, yang secara tegas menyatakan bahwa keluarga merupakan basis utama pendidikan anak. Dalam keluargalah untuk pertama kalinya seorang anak belajar untuk memahami lingkungan dan dirinya sendiri Taubah, 2015110. Sebagai basis utama tentunya pendidikan anak dalam keluarga lebih menitik beratkan pada aspek keteladan yang diberikan kepadanya. Keteladan yang diberikan oleh kedua orang tua menjadi dasar bagi seorang anak untuk mendeskripsikan nilai-nilai kehidupan yang diyakininya sebagai kebenaran, sehingga kelak menjadi prinsip hidup bagi anak hal-hal yang menyangkut pendidikan anak dalam keluarga untuk menjadikan seorang anak menjadi anak yang shalih dan shalihah, ialah sebagai berikut taat dan berbakti kepada orang tua, memberi nafkah orangtua dan memeliharannya, memberi nasehat kepada orang tua, serta mendo’akan kedua orang tua Miharso, 2004130. Kesimpulan Syahrial Labaso’, Konsep Pendidikan Keluarga dalam.. 68 Berdasarkan uraian dalam tulisan ini, dapat dipahami bahwa konsep dasar pendidikan keluarga secara umum bertujuan untuk melahirkan lingkungan pendidikan bagi anak sebagai peserta didik dalam keluarga, dimana orang tua ayah dan ibu berperan sebagai pendidik. Hasil dari proses pendidikan tersebut, ialah seorang anak diharapkan mendapatkan gambaran awal yang menjadi representasi dalam kehidupannya. Representasi awal yang diterima dan diyakini anak sebagai kebenaran dalam keluarganya akan membentuk paradigma mendasar, yang kelak akan menentukan perilaku dan karakter sang anak hingga menjadi dewasa di lingkungan sosialnya. Sehingga esensi yang sangat mendasar dalam pendidikan keluarga ialah melakukan proses penanaman nilai Values yang dilakukan oleh orang tua kepada anaknya, sebagai proses reigenerasi dalam keluarga. Adapun dalam pandangan Al-Qur’an dan Hadis, pendidikan keluarga dipahami sebagai bentuk proses pendidikan yang didasarkan pada nilai-nilai akidah Islam yang meliputi pendidikan suami, pendidikan istri, pendidikan orang tua, dan pendidikan anak. Dengan prinsip-prinsip dasar berupa kasih sayang, demokratis, kesabaran, kemandirian, kemanusian, dan kedisiplinan. Daftar Pustaka Daradjat Zakiah, Pendidikan Islam Dalam Keluarga dan Sekolah, Jakarta Ruhana, 1995. Departemen Agama Republik Indonesia, Al-Qur’an dan Terjemahnya, Jakarta Lentera Abadi, 2011. Istigfaroh, “Pendidikan Prenatal Dalam Perspektif Pendidikan Islam Kajian Buku Mendidik Anak Sejak Dalam Kandungan, Kado Buat Pengantin Baru, calon Ibu dan Ibu Hamil”, Skripsi, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, 2012. Jailani “Teori Pendidikan Keluarga dan Tanggung Jawab Orang Tua”, Jurnal Nadwa, Volume 8, Nomor 2, Tahun 2014. Lestari Dian, “Eksistensi Perempuan Dalam Keluarga”, Muwazah, Volume 8, Nomor 2, 2016. Mar’atussholihah Siti, “Konsep Pendidikan Anak Prenatal Secara Islami Di Tinjau Dari Perspektif Biologi”, Skripsi, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, 2007. Miharso Mantep, Pendidikan Keluarga Qur’ani, Yogyakarta Safiria Insania Press, 2004. Nasihah Durotun, “Makna Pendidikan Keluarga Dalam Al-Qur’an Surah Jurnal Pendidikan Agama Islam, Vol. XV, No. 1, Juni 2018 69 Al-Saffat ayat 100-102”, Skripsi, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Walisongo Semarang, 2015. Ni’mah Eni Shofiatun, “Konsep Pendidikan Keluarga Dalam Perspektif Al-Quran”, Skripsi, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, 2011. Padjrin, “Pola Asuh Anak Dalam Perspektif Pendidikan Islam”, Intelektualita, Volume 5, Nomor 1, 2016. Puspitawati Herien, Gender dan Keluarga Konsep dan Realita di Indonesia, Bogor IPB Press, 2013. Shihab Tafsir Al-Misbah Volume 14, Cet. III, Tangerang Lentera Hati, 2005. Srifariyati, “Pendidikan Keluarga dalam Al-Quran Kajian Tafsir Tematik”, Jurnal Madaniyah, Volume 2, Edisi XI, 2016. Taubah Mufatihatut, “Pendidik Anak Dalam Keluarga Perspektif Islam”, Jurnal Pendidikan Agama Islam, Volume 3, Nomor 1, 2015. Timizi At, Sunan al-Tirmizi- Al Jami’ al-Shahih, Juz III, Semarang Toha Putra, 2003. Undang-Undang Nomor 52 Tahun 2009, Bab II, Pasal 4, Ayat 2. Wahyu Hasbi, “Keluarga Sebagai Basis Pendidikan Pertama dan Utama”, Jurnal Ilmiah Didaktika, Volume 12, Nomor 2, 2012. Yohana Neni, “Konsep Pendidikan Dalam Keluarga”, OASIS, Volume 2, Nomor 1, Tahun 2017. Zuhairini, Islam dan Pendidikan Keluarg Dalam Qou Vadis Pendidikan Islam Pembacaan Realitas Pendidikan Islam, Sosial Keagamaan, Malang UIN Malang Press, 2006. diakses pada tanggal 12 Desember 2017, pukul Wib. pada tanggal 12 Desember 2017, pukul Wib. pada tanggal 12 Desember 2017, pukul Wib. ... " The verse explains that Allah SWT ordered Prophet Muhammad SAW to avoid polytheism and advised Prophet Muhammad SAW to avoid all things that could invite the wrath of Allah SWT, and give warnings to your closest relatives without favoritism. And humble yourself, that is, be gentle, and be humble towards those who truly follow you, namely the believers, whether they are your relatives or not Labaso, 2018. The conclusion of this verse contains educational material faith or belief in the Prophets' revelations. ...... Furthermore, the attitude of Prophet Ibrahim, asking Isma'il's opinion gracefully contained educational material in the form of moral education, namely patience and compassion sincerity that Prophet Ibrahim had because he had a pure heart. There is no rebuttal or anger from Prophet Ibrahim in conveying the dream he experienced to Isma'il Labaso, 2018. ...Eni KusriniAccording to the Islamic view, children's first and foremost education is education in the family. Following the Islamic view, education in the family is based on Islamic religious guidance applied in the family and intended to shape children into human beings who believe and are devoted to God Almighty and have a noble character in everyday life. The research method used is literature study, namely the study of books, articles, and other literature related to the researched theme i. Family education aims to create an educational environment for children as students in the family, where parents act as educators and have a crucial role in determining the future children's lives. So that the very essence of family education is to carry out the process of installing Islamic values in the form of faith, worship, and moral education carried out by parents to their children as a process of regeneration in the family.... Keluarga adalah kelompok sosial pertama bagi manusia, maka pusat pendidikan pertama dan yang paling utama ada pada Keluarga Wahy, 2012, Ki Hajar Dewantara menguraikan peran penting pendidikan keluarga, sebagai salah satu faktor yang dapat mempengaruhi kegiatan belajar, dan juga bisa menyebabkan kesulitan belajar. Faktor ini antara lain cara mendidik anak, hubungan orang tua dan anak, bimbingan dari orang tua Labaso, 2018. ...Noor Fazariah HandayaniMahrita MahritaPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor penyebab kesulitan belajar matematika pada siswa kela IV di Sekolah Dasar Negeri Jawa 2 Martapura Kabupaten Banjar. Subjek penelitian siswa dan siswi SDN Jawa 2 Martapura Kabupaten Banjar. Teknik pengumpulan data diambil melalui angket, dan observasi. Hasil penelitian menunujukan bahwa dari faktor internal, banyak 66% siswa mengatakan tidak pernah mempunyai kemauan dalam mengerjakan soal Matematika, cukup banyak 46,33% siswa mengatakan tidak pernah senang terhadap pembelajaran Matematika, banyak sekali 90% siswa mengatakan selalu kesulitan terhadap pembelajaran Matematika, cukup banyak 49,33% siswa mengatakan tidak pernah minat terhadap pembelajaran Matematika, sedikit 40% siswa mengatakan kadang-kadang siap mengikuti dalam pembelajaran Matematika. Sedangkan dilihat dari faktor eksternal, cukup banyak 48,66% siswa mengatakan tidak pernah senang terhadap cara mengajar Guru di kelas, sedikit 37,66% siswa mengatakan kadang-kadang saja Guru mata pelajaran Matematika menggunakan metode pembelajaran, cukup banyak 48% siswa mengatakan tidak pernah mendapatkan sarana pembelajaran Matematika yang memuaskan, banyak 63,5% siswa yang mengatakan selalu senang terhadap kondisi kelas yang tenang. Sehingga disarankan kepada semua pihak sekolah agar terus meningkatkan teknik dan kreativitas dalam mengajar, serta terus memberikan bimbingan dan motivasi para siswa dalam mengajar.... Keluarga adalah lembaga sosial terkecil yang mendukung pertumbuhan dan perkembangan seorang anak. Keluarga menjadi motor penggerak pendidikan Islam pada anak Labaso', 2018. Secara sosiologis, untuk menciptakan masyarakat aman, bahagia, tenteram dan sejahtera merupakan sebuah tuntutan dalam sebuah keluarga. ...Eva Wiji LestariIsa AnshoriThis research aims to uncover the religious understanding of Muslim families, religious education patterns of Muslim family children as well as looking for problems as well as the supporting capacity of parents in providing religious education to children in industrial era families in Jati Village. This research is a type of qualitative research with a phenomenological approach. The results of this study show that first, understanding the religion of Muslim communities only around the pillars of Islam and formal religious rituals coupled with the development of modernization has a shift in religious behavior in society; second, the pattern of religious education in children among the Muslim families of Jati Village, among others, educate with patience, compassion, habituation and educate with permissive patterns and democratic patterns; third, factors that become problems of Islamic education in the Muslim family environment in Jati Village, namely, the attention and example factors of parents, technology factors, factors lack interest in studying Islamic religious sciences and environmental factors; fourth, the support capacity of parents in providing religious education in the industrial era is that access to information is easier and does not cost much. AbstrakTujuan penelitian ini untuk mengungkap pemahaman keagamaan keluarga muslim, pola pendidikan keagamaan anak keluarga muslim serta mencari problematika juga daya dukung orang tua dalam membekali pendidikan keagamaan pada anak dalam keluarga era industri di Desa Jati. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pertama, pemahaman agama masyarakat muslim hanya seputar rukun Islam dan ritual formal keagamaan ditambah dengan perkembangan modernisasi berdampak pergeseran perilaku keagamaan pada masyarakat; kedua, pola pendidikan keagamaan pada anak di kalangan keluarga muslim Desa Jati antara lain mendidik dengan kesabaran, kasih sayang, pembiasaan serta mendidik dengan pola permisif dan pola demokratis; ketiga, faktor-faktor yang menjadi problematika pendidikan Islam dalam lingkungan keluarga muslim di Desa Jati yakni, faktor perhatian dan teladan orang tua, faktor teknologi, faktor kurangnya minat mempelajari ilmu agama Islam dan faktor lingkungan; keempat, daya dukung orang tua dalam memberikan pendidikan keagamaan di era industri adalah akses informasi semakin mudah dan tidak memerlukan banyak MaslanSalminawati SalminawatiParentah LubisNelly RahmitaTeaching the truth is a principal matter that must be given to children from an elementary age. Because, children will easily actualize the value of truth if it is imprinted from the foundation. This study aims to describe the efforts of teachers in increasing the understanding of elementary students aged 6-12 years about the concepts of Islamic teachings including bayani, 'irfani, and burhani. Of course, this theory of truth will be compared between the truth from Western and Islamic perspectives. This research uses a qualitative approach with the method of literature study. Obtaining and analyzing data comes from literature review materials in the form of books, scientific articles, proceedings, and final assignments thesis, thesis, dissertation. Research data analysis materials were obtained from credible websites such as Google Scholar and Sinta. The results of this study concluded that the teacher's efforts to increase elementary-age students' understanding of bayani, 'irfani and burhani as basic concepts of truth from an Islamic perspective were carried out well. This is based on 1 mainstreaming truth based on revelation/al-Qur'an the word of Allah swt. as the highest authority in measuring truth. Then 2 logic in the form of reason, empirical and intuition becomes a supporting factor for students in understanding the truth of Divine Wulan SariTechnological advances that continue to develop have a negative and positive affect on the world of Islamic education in the family. Previously, conversations could only be done person to person, but now it can be done online. As a result, families have to race against the media, which is difficult to control. The methods the authors used in this research is qualitative through a literature study research model that uses research data sources from documents in the form of books, scientific articles, reviews or previous research results. The study of Luqman's letter verses 12-19 was carried out as a way to sharpen the discussion regarding the relationship between Islamic education and the role of the family in facing the digital era. Based on Luqman's letter, verses 12-19, there are several values of Islamic education that need to be applied in the digital era, namely monotheism, morality, worship ubudiyah, social, mental and exemplary. The steps for planting education include; First, the cultivation of faith or faith education. Second, religious education such as prayer, fasting and reading the Koran. Third, moral education. The development of the digital era still places parents as the main actors in providing Islamic education in the family. The development of the digital era requires parents to consistently maintain their children's nature, instill faith, straighten and motivate children, and provide good information. So, no matter how strong the current, the child will remain strong and not fall into bad MunardiMuhammad Julfahmi NasutionIrham DongoranMany complaints from parents, educators, and the public regarding the behavior of teenagers that are difficult to control, naughty, stubborn, deviant behavior, and others. This problem also occurs in Bulu Bargut Village, Marbao, North Labuhan Batu, North Sumatra. Therefore, community service programs are used as a solution to solve juvenile delinquency by directing them to useful activities. This community service uses the Participatory Action Research PAR method, by being directly involved in extracting diverse information, then taking action as a solution to problems that have been identified, and by participating in building the design and implementation of actions based on research results. The basis for doing PAR is the need to get the desired changes. During the seventeen days of activities carried out, it has succeeded in instilling the love of Al-Qur'an in teenagers. With the love of the Qur'an, it is hoped that they can stay away from and reduce the existence of useless activities during the month of Ramadan such as wild racing playing social media, and games. Then the result of the community service program is that the community is enthusiastic to participate in the activities held such as training activities on the nature of the prophet's wudu, lectures before tarawih salat, Friday khatib, and iftar jama’i. So the program carried out is very effective in overcoming and handling juvenile delinquency in Pulo Bargot Village through intensive learning of the Qur'an and teaching Islamic morals. Then what is more important is that the community support is very positive in receiving this program. Likewise, teenagers are very enthusiastic about memorizing the Qur'an and participating in programs implemented during community service NingsihAsnil Aidah RitongaThis study aims to analyze the concept of children's education in the Qur'an through the study of thematic interpretation approaches. The terms of children's education discussed are the words tarbiyah and ta'lim. Researchers try to analyze this study with the help of thematic interpretation maudhu'i by searching for verses relevant to education. This research is a qualitative type with a library research method. The results of this study indicate that the concept of education for children in terms of tarbiyah and ta'lim is a procedure for developing, maintaining, and fostering children in order to provide scientific readiness and skills for students. This is intended so that the child has a complete and noble personality, and is able to carry out the mandate as a caliph and servant of Allah on RidwanSelamat PasaribuAmroeni DrajatSalminawati SalminawatiThis study aims to analyze the concept of children's education in the perspective of the Koran. In this context, the essence of the meaning of the term tarbiyah becomes the basic foundation of research. This research uses a qualitative approach with a literature study method. Data collection and analysis was carried out using scientific reference materials, including scientific articles, books, proceedings and final assignments thesis, theses, dissertations which were tracked via the internet on the google scholar indexer, DOAJ, science direct, and scimago JR. The results of this study found that the concept of child education in the Qur'an contains an element of "love" like parental education for children in the concept of tarbiyah. The elements of the concept of education for children in the perspective of the Qur'an describe learning obligations, educational goals, the role of educators, educational objects, educational methods, and educational materials for children. Thus, the education given to children is comprehensively based on the worldview of monotheism in realizing human beings perfect.Oki WitasariEducation is an effort to change people’s attitudes and ways of thinking for the better, education can be carried out with adult guidance who leads to become a good person in attitude and thinking based religion. The most important education is family education, because in the family the child first begins to learn everything from how to speak, read, write, and get to know various things in their environtment. This article describes family education in Qs. Luqman verses 12-19. In this verse contains various ways to educate the good character so that they become human beings with noble character. This research is research that uses a qualitative literature method,with a descriptive analyzed and presented in the form of a description. This study resulted in the findings that the verses 12-19 have the value of family education so that it can be used as a basis for parents and teachers in educating children. In the interpretation of verses12-19 it is very suuitable to be exspressed in the current mesa family education, this is because in Luqman family education teaches his children to always be grateful, monotheism, do good to parents, establish prayers, do not be arrogant, and soften their voices. ABSTRAK Pendidikan merupakan suatu upaya untuk mengubah sikap dan cara berfikir manusia menjadi lebih baik, pendidikan dapat dilaksanakan dengan bimbingan orang dewasa yang mengarahkan untuk menjadi pribadi yang baik dalam bersikap maupun berfikir dan berlandaskan pada agama. Pendidikan yang paling penting adalah pendidikan keluarga, karena dalam keluarga anak pertama kali mulai belajar segala hal dari cara berbicara, membaca, menulis, dan mengenal berbagai hal di lingkungannya. Artikel ini mendeskripsikan tentang pendidikan keluarga dalam QS. Luqman ayat 12-19. Dalam ayat ini berisi berbagai macam cara mendidik anak agar menjadi manusia yang berahlak mulia. Penelitian ini merupakan penelitian yang menggunakan metode kualitatif pustaka, dengan pendekatan deskriptif analisis, yaitu sebuah pendekatan yang digunakan untuk menemukan apa-apa yang terjadi dalam kehidupan yang sebenarnya, dideskripsikan dengan data-data yang diperoleh, kemudian dianalisis dan disajikan dalam bentuk deskripsi. Penelitian ini menghasilkan temuan bahwa pada QS. Luqman Ayat 12-19 terdapat nilai pendidikan keluarga sehingga dapat dijadikan landasan bagi orangtua maupun guru dalam mendidik anak. Pada penafsiran ayat 12-19 sangat cocok diterapkan dalam pendidikan keluarga masa kini, Hal itu karena dalam pendidikan keluarga Luqman mengajarkan anak-anaknya untuk selalu bersyukur, menjauhi perbuatan syirik, berbuat baik kepada orangtua, mendirikan shalat, jangan sombong, dan melunakkan suara. Kata Kunci Pendidikan Keluarga dan QS. Luqman ayat 12-19 Islahuddin IslahuddinRoslan Bin YahyaZulkifli Bin Awang BesarEducation in a family with a muslim perspective is an education based on islamic religious guidance applied in the family that aims to shape children to become human beings who believe and fear Allah, as well as noble practices that include spiritual, ethical, ethical, moral, or understanding and experience of religious values in everyday life. This is one form of amar makruf nahi munkar in family life, namely by providing education to his daughter's son based on Islamic teachings. In getting to maturity, children need various processes played by their mothers and fathers in the family environment. The pattern of religious education in Islam is basically an example of the behavior of the Prophet Muhammad peace be upon him in building his family and friends, because everything done by the Prophet Muhammad peace be upon him is a form of manifestation of the content of the Qur'anic verse. As for the implementation, the Prophet Muhammad peace be upon him provided an opportunity for his followers in developing ways of education in children in the family as long as this method does not conflict with the principles of the implementation of education carried out by the Prophet Muhammad Padjrin PadjrinOrang tua dalam keluarga memiliki peran dan tanggung jawab terhadap anaknya. Setiap orang tua ingin mempunyai anak yang berkepribadian akhlak mulai atau yang saleh. Untuk mencapai keinginan tersebut, orang tua diharapkan untuk mengoptimalkan peran dan tanggung jawab sebagai orang tua terhadap anaknya. Mengasuh dan mendidik anak yang dilakukan orang tua dengan berbagai macam pola asuh seperti demokratis; otoriter; permisif; dan penelantar acuh tak acuh. Pola asuh yang menjadi sorotan saat ini adalah pola asuh otoriter yang identik dengan tanpa kasih sayang, kekerasan, mengengkang anak, dan memaksa. Pola ini akan menjadikan batin anak tersiksa, krisis kepercayaan, potensinya tidak berkembang secara optimal, hingga mengalami trauma dan sebagainya. Pola asuh seperti ini sangat bertentangan dengan ajaran Islam yang mengawali konsep kasih sayang dalam mendidik anak. Islam sebagai agama solutif terhadap permasalahan yang terjadi dalam keluarga tentang bagaimana mendidik anak sesuai dengan usia dan masa pertumbuhan dan perkembangan anak. Pola asuh ini telah dipraktikkan oleh Rasulullah Saw. Adapun pola asuh tersebut, yaitu membimbing cara belajar sambil bermain pada jenjang usia 0-7 tahun; menanamkan sopan santun dan disiplin pada jenjang usia 7-14 tahun; dan ajaklah bertukar pikiran pada jenjang usia 14-21 tahun, dan sesudah itu lepaskan mereka untuk Taubahp> Bahasa Indonesia Pendidikan anak yang pertama dan paling utama dalam Islam adalah pendidikan dalam keluarga yang berperspektif Islam. Pendidikan dalam keluarga yang berperspektif Islam adalah pendidikan yang didasarkan pada tuntunan agama Islam yang diterapkan dalam keluarga yang dimaksudkan untuk membentuk anak agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, serta berakhlak mulia yang mencakup etika, moral, budi pekerti, spiritual atau pemahaman dan pengalaman nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini merupakan salah satu wujud amar makruf nahi munkar dalam kehidupan keluarga, yaitu dengan memberikan pendidikan kepada putra putrinya berdasarkan ajaran Islam. Anak dalam menuju kedewasaannya memerlukan bermacam-macam proses yang diperankan oleh bapak dan ibu dalam lingkungan keluarga. Pola atau metode pendidikan agama dalam Islam pada dasarnya mencontoh pada perilaku Nabi Muhammad SAW dalam membina keluarga dan sahabatnya. Karena segala apa yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW merupakan manifestasi dari kandungan al-Qur’an. Adapun dalam pelaksanaannya, Nabi memberikan kesempatan pada para pengikutnya untuk mengembangkan cara sendiri selama cara tersebut tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip pelaksanaan pendidikan yang dilakukan oleh Nabi SAW. English The first and the prime education for children in Islam is the Islamic family education. This family education is based upon Islamic guidance in purpose of building children’s faith, piety, highest endeavor –including ethics, morality, and spirituality, and the practice of religious values in daily life. This effort is a kind of amar makruf nahi munkar in family scope. Children needs family model for their future mental and spiritual development. The model and methods of Islamic education in the family scopes are adopted pretty much from the way of our prophet Muhammad taught his family and his companions. Muslim believes that whatever done by the prophet is the manifestation of Quranic essence. In the implementation level, the prophet let his companions and his follower to develop the teaching as long as the development itself in line with educational principles by the prophet.
Setiapanggota keluarga menjalankan peran sesuai dengan yang dikehendaki Allah Maria menjalankan perannya sebagai yang mengandung dan melahirkan Juruselamat, sedangkan Yusuf berperan memimpin dan melingungi keluarga tersebut. Demikian juga dengan Yesus sebagai anak juga menjalankan perannya untuk taat dalam asuhan mereka [Luk. 2:51-52].
Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti 41 b. Keluarga sebagai tempat bernaung kudus. Maksudnya adalah keluarga merupakan tempat penerimaan, pembinaan, pertumbuhan yang memberdayakan anggota-anggota keluarga untuk berperan serta dalam tindakan kasih dan penyelamatan Allah yang terus berlanjut. Bukan berarti kita mencintai dan memuja dan mengisolir diri terhadap masyarakat, tetapi sebaliknya menjadi tempat bernaung kepada anggota keluarga untuk memberikan bimbingan, pertolongan, dan penyelamatan untuk lingkungan. c. Keluarga yang mencerminkan kasih Allah secara holistik. Di sini kehidupan keluarga perlu ditata untuk mencerminkan atau mereleksikan kasih Allah yang memberikan pengasuhan secara isik, mentalemosional, sosial, spiritual rohani kepada para anggotanya. Hal ini juga dikenal sebagai kasih Allah yang bersifat holistik. Hubungan-hubungan di dalam keluarga yang memberi tempat kepada ciri khas, sifat, dan tujuan masing-masing anggota secara alamiah adalah hal yang penting. Dari cara pandang iman, maka cara kita saling berhubungan seharusnya menjadi perwujudan kasih Allah terhadap sesama sebagai anggota keluarga. d. Keluarga sebagai pencerita. Keluarga adalah pencerita yang alamiah dimana orang yang lebih tua kakek, nenek, ayah, ibu adalah pencerita utama untuk menceritakan karya-karya Allah di dalam keluarga sebagai kabar kesukaan. Orang tua yang bercerita adalah bagian dalam kebudayaan kita yang seringkali kita abaikan. 5. Melibatkan Tuhan dalam Kehidupan Keluarga Dalam keluarga Kristen, ada hal yang khas berkaitan dengan peran Tuhan dalam keluarga. Peran Tuhan melingkupi seluruh aspek kehidupan keluarga maupun pribadi yang meliputi kebutuhan keluarga akan berkat Tuhan, pengampunan, serta pembaharuan oleh Tuhan. a. Berkat Tuhan Pengertian berkat Tuhan cakupannya sangat luas, bukan hanya sekedar uang atau hal material lainnya. Berkat Tuhan juga meliputi kesehatan, sukacita, damai sejahtera, kemenangan, umur panjang, kebahagiaan, dan sebagainya. Berkat Tuhan dibutuhkan keluarga sebagai bagian dari penyertaan Tuhan seperti yang dijanjikan dalam Alkitab kepada orang-orang yang berkenan kepada-Nya, misalnya Abraham yang diberkati Tuhan dalam segala hal Kej. 241, Obed-Edom beserta keluarganya diberkati Tuhan karena membiarkan tabut Tuhan tinggal dalam rumah mereka 2 Sam. 611. Berkat Tuhan juga akan 42 Buku Guru Kelas XI SMASMK diterima oleh keluarga Kristen pada masa kini yang tetap setia berpedoman dan berpegang kepada Tuhan, seperti ucapan berkat yang ditulis dalam Bilangan 624-26. b. Pengampunan Tuhan Tidak seorangpun yang hidupnya sempurna di dunia ini, termasuk anda dan saya. Kita berbuat dosa di dalam pikiran, perkataan, maupun perbuatan. Kematian Tuhan Yesus merupakan tanda kasih yang sangat besar kepada umat manusia sebagai Tuhan Yang Maha Pengampun Ef. 17. Seperti Tuhan yang mengampuni, kita sebagai orang Kristen harus bisa mengampuni orang yang bersalah kepada kita. Pengampunan adalah sesuatu yang sangat indah, karena selalu membawa kedamaian, keharmonisan, menumbuhkan persekutuan dan hubungan yang baik dengan sesama, sehingga pengampunan ini menjadi salah satu kekhasan keluarga Kristen yang menjadikan Tuhan sebagai pedoman kehidupan keluarga. Bisa dibayangkan jika dalam kehidupan keluarga Kristen, baik antara orang tua dengan anak, maupun antara anak-anak tidak bisa saling mengampuni dan memaafkan, maka yang tumbuh dalam kehidupan keluarga adalah rasa kepahitan, ketidakharmonisan, kebencian yang sama sekali tidak menunjukkan kehadiran Tuhan. c. Pembaruan oleh Tuhan Pembaruan oleh Tuhan sering disebut juga dalam kekristenan sebagai hidup baru’. Artinya, manusia memulai kehidupan yang lebih baik dan berarti di dalam Kristus. Kristus masuk dan berdiam dalam kehidupan manusia yang baru, yang tidak sama dengan kehidupannya yang lama. Pembaruan oleh Tuhan dalam keluarga kita akan dirasakan dalam arah dan tujuan kehidupan keluarga yang sesuai dengan apa yang dikehendaki oleh Tuhan. Orientasi keluarga bukan hanya kepada kehidupan keluarga sendiri, tetapi berpusat hanya kepada Kristus. Seperti dalam Efesus 417-20, kehidupan yang diperbaharui oleh Tuhan bukan lagi kehidupan dengan pikiran yang sia-sia, hidup dalam persekutuan yang jauh dari Allah, hidup dalam kedegilan hati, melainkan kehidupan yang mengerti siapa Allah dan apa yang menjadi kehendak-Nya dalam hidup keluarga kita. Oleh karena itu, dalam kerendahan hati datanglah kepada Tuhan bersama dengan keluarga kita, mohon Tuhan berkenan hadir dan membaharui kehidupan pribadi dan keluarga setiap hari. Dengan demikian, Tuhan yang menjadi pedoman kehidupan keluarga akan memberi sukacita dan damai sejahtera, sehingga keluarga kita menjadi berkat dan kesaksian bagi sesama kita. Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti 43 C. Penjelasan Bahan Alkitab 1. Kejadian 224 Dalam teks ini terdapat tiga landasan dalam membangun keluarga Kristen. a. Meninggalkan ayah dan ibunya tanggung jawab Sejak dilahirkan anak menjadi tanggung jawab orang tua, tetapi setelah memasuki rumah tangganya sendiri, seorang anak akan meninggalkan statusnya sebagai anak yang berada di bawah tanggung jawab orang tuanya, lalu menjadi seorang suami atau istri, dan bertanggung jawab penuh atas keluarganya sendiri. b. Bersatu dengan suami atau istrinya tidak mengenal perceraian Bersatu berarti tidak bisa dipisahkan, ibarat dua lembar kertas yang direkatkan menjadi satu. Kalaupun dipisahkan akan menjadi rusak. Hal ini berarti dalam keluarga Kristen tidak mengenal perceraian. c. Keduanya menjadi satu daging tidak ada orang ketiga Satu daging merupakan aspek hubungan seksual dalam pernikahan. Seks adalah anugerah Allah yang kudus, yang ditempatkan oleh Tuhan hanya dalam kerangka pernikahan resmi, jadi di luar pernikahan adalah dosa. Karena telah menjadi satu daging, maka dalam keluarga Kristen tidak ada pihak ketiga. 2. Yohanes 21-11 Injil Yohanes dalam tulisannya berbeda dengan ketiga injil yang lain Matius, Markus, Lukas yang diikutinya dalam Perjanjian Baru. Dalam injil Yohanes, keilahian Yesus sebagai Anak Allah ditekankan. Yohanes 21-11 merupakan pemaparan mujizat pertama yang dilakukan oleh Tuhan Yesus. Kisah ini menceritakan saat-saat ketika Tuhan Yesus dan murid- murid-Nya hadir pada pesta perkawinan di Kana, ibu Tuhan Yesus juga berada di tempat itu. Sementara acara berlangsung, anggur yang disiapkan telah habis. Hal ini menunjukkan ketidakmampuan atau kekurangan tuan rumah dan kedua mempelai yang mengganggu acara perkawinan mereka. Kehabisan anggur juga merupakan hal yang sangat memalukan bagi tuan rumah apabila gagal menyediakan anggur yang cukup bagi tamunya. Tetapi ketika Tuhan Yesus campur tangan dengan meminta pelayan menyediakan tempayan berisi air yang kemudian berubah menjadi anggur yang ternyata dapat memuaskan tamu-tamu yang hadir, masalah terselesaikan. Air yang berubah menjadi anggur memiliki kualitas yang lebih bagus dibandingkan dengan anggur yang disiapkan oleh tuan rumah.
6 Tanda Allah Menghendaki Kebaikan pada Seseorang: Diberikan hati yang zuhud terhadap dunia (tidak tamak dengan dunia) Muhammad bin Ka’ab Al-Qurazhi rahimahullah berkata, “Jika Allah menghendaki kebaikan pada seorang hamba, Allah akan menjadikan tiga perangai dalam dirinya: memahami agama, zuhud terhadap dunia, dan mengetahui aib-aib dirinya.” (Shifatush
Many problems occur in Christian marriages and families. One of the main causes of the many problems that plague Christian marriages and some divorces is the lack of understanding of the meaning of the vision and mission of marriage as God's design. Christian marriage vocation should reflect a holistic unity. Christian families must be alert to the challenges they face. The method in this research is a qualitative methodology with a literature study approach. As for the results of this study, there are five implications of understanding the meaning of the vision and mission of the family designed by God in Christian family education, namely First, the means for parents to help children's perspective. Second, build a strong and healthy and successful marriage vision. Third, make wise marriage choices. Fourth, take root, grow, and bear fruit with a partner. Fifth, serve the permasalahan terjadi dalam pernikahan dan keluarga Kristen. Salah satu penyebab utama banyaknya persoalan yang melanda pernikahan Kristen dan beberapa perceraian karena kurangnya memahami makna visi dan misi pernikahan sebagai rancangan Allah. Panggilan pernikahan Kristen seharusnya dapat mencerminkan kesatuan yang besifat holistis. Keluarga Kristen harus waspada terhadap tantangan yang dihadapi. Metoda dalam penelitian ini adalah dengan metodologi kualitatif pendekatan studi pustaka. Adapun hasil dari penelitiam ini adanya lima implikasi dari pemahaman makna visi dan misi keluarga rancangan Allah ini dalam pendidikan keluarga Kristen yaitu Pertama, Sarana orang uua membantu cara pandang anak. Kedua, Membangun visi pernikahan yang kuat dan sehat serta berhasil. Ketiga, Membuat pilihan pernikahan yang bijak. Keempat, Berakar, bertumbuh, dan berbuah bersama pasangan. Kelima, Melayani pasangan Discover the world's research25+ million members160+ million publication billion citationsJoin for free 120 Edisi Volume 2 Nomor 2 Deember 2021 Jurnal Teologi Praktika Sekolah Tinggi Teologi Tenggarong p-ISSN 2722-8916, e-ISSN 2722-8908 Edisi Volume 2, Nomor 2, Desember 2021 halaman 120-131 Keluarga Rancangan Allah Dan Implikasinya Dalam Pedidikan Keluarga Kristen Tri Astuti Yeniretnowati Sekolah Tinggi Teologi Ekumene, Jakarta triastuti Yakub Hendrawan Perangin Angin Sekolah Tinggi Teologi Ekumene, Jakarta yakubhendrawan Abstract Many problems occur in Christian marriages and families. One of the main causes of the many problems that plague Christian marriages and some divorces is the lack of understanding of the meaning of the vision and mission of marriage as God's design. Christian marriage vocation should reflect a holistic unity. Christian families must be alert to the challenges they face. The method in this research is a qualitative methodology with a literature study approach. As for the results of this study, there are five implications of understanding the meaning of the vision and mission of the family designed by God in Christian family education, namely First, the means for parents to help children's perspective. Second, build a strong and healthy and successful marriage vision. Third, make wise marriage choices. Fourth, take root, grow, and bear fruit with a partner. Fifth, serve the couple. Keywords Vision, Mission, Christian Marriage, Christian Education, Family Education Abstrak Banyak permasalahan terjadi dalam pernikahan dan keluarga Kristen. Salah satu penyebab utama banyaknya persoalan yang melanda pernikahan Kristen dan beberapa perceraian karena kurangnya memahami makna visi dan misi pernikahan sebagai rancangan Allah. Panggilan pernikahan Kristen seharusnya dapat mencerminkan kesatuan yang besifat holistis. Keluarga Kristen harus waspada terhadap tantangan yang dihadapi. Metoda dalam penelitian ini adalah dengan metodologi kualitatif pendekatan studi pustaka. Adapun hasil dari penelitiam ini adanya lima implikasi dari pemahaman makna visi dan misi keluarga rancangan Allah ini dalam pendidikan keluarga Kristen yaitu Pertama, Sarana orang uua membantu cara pandang anak. Kedua, Membangun visi pernikahan yang kuat dan sehat serta berhasil. Ketiga, Membuat pilihan pernikahan yang bijak. Keempat, Berakar, bertumbuh, dan berbuah bersama pasangan. Kelima, Melayani pasangan. Kata-kata kunci Visi, Misi, Pernikahan Kristen, Pendidikan Kristen, Pendidikan Keluarga Article History Tri Astuti & Yakub, Keluarga Rancangan Allah Dan Implikasinya Dalam Pendidikan Keluarga Kristen 121 Pendahuluan Berbagai macam alasan yang membuat seseorang memutuskan menikah. Diantaranya adalah karena Pertama, ingin berbagi hidup dengan seseorang. Kedua, ingin ada seseorang yang membahagiakan dirinya. Ketiga, ingin menghabiskan hidup dengan seseorang yang dicintai dan mencintai dirinya. Keempat, tidak ingin menjalani hidup ini seorang diri. Kelima, ingin mendapatkan rasa aman dalam hubungan yang permanen. Semua itu adalah hal-hal yang menguntungkan yang dapat diperoleh dari pernikahan, namun tak satu pun yang dapat menjadi landasan yang kuat bagi pernikahan. Banyak orang tertarik menikah tanpa benar-benar menyadari konsekuensinya bagi hidupnya. Akibatnya, banyak pasangan yang terkejut dan kecewa setelah menikah Wright 2004a. Fakta terjadinya serta persentase tingkat perceraian yang terjadi diantara orang Kristen menunjukkan betapa sangat pentingnya persiapan dilakukan dengan baik sebelum pernikahan berlangsung Parapak 2019. Perceraian, kawin lagi, kurangnya komunikasi, dan kompleksitas dalam kehidupan sehari-hari merusak rancangan Tuhan untuk pernikahan dan keluarga orang percaya juga berada dalam keadaan yang menyedihkan Family 2003. Konsep dan lembaga pernikahan dan keluarga sedang menghadapi tantangan berat. Perceraan meningkat tajam. Pernikahan antar sesama jenis diperbolehkan dan dilaksanakan termasuk oleh bebeapa gereja. Perselingkuhan sudah merajalela. Dalam situasi seperti inilah orang percaya perlu kembali kepada Alkitab, guna memahami hakikat pernikahan dan keluarga yang diciptakan, dirancang oleh Allah sendiri. Langkah pertama, orang percaya seyogianya memahami manusia itu sendiri, yang terlibat dalam pernikahan Parapak and LIFE 2019. Sayang sekali, kebanyakan pria tidak banyak memiliki visi untuk hidupnya Don and Meredith 2006. Banyak pasangan memasuki pernikahan tanpa visi, tanpa tujuan yang jelas, hal ini mungkin karena jatuh cinta, tidak menggumuli tujuan hidup pribadi dan keluarga. Ada juga pasangan yang memasuki pernikahan dengan idealisme akan menikah dengan orang yang sempurna. Ternyata kenyataan berbicara lain, banyak kekecewaan karena pasangannya tidak sempurna Parapak and LIFE 2018. Dalam 20 atau 30 tahun, visi keluarga dapat membuat perbedaan antara keluarga bahagia dan keluarga yang hancur Slayton and Slayton 2016. Cara terbaik untuk mulai merancang masa depan bersama adalah memutuskan sekarang visi untuk pernikahan suami dan istri Mathis and Mathis 2010. Ada ungkapan klise yang masih sama benarnya hingga saat ini, yaitu Sebuah pernikahan yang manis adalah jarak paling dekat dari dua orang dengan sorga tetapi sebuah pernikahan yang buruk adalah jarak paling dekat dari dua orang dengan neraka. Masalah-masalah semacam ini biasanya muncul dari upaya membangun hidup tanpa visi, tanpa misi, dan tanpa sesuatu yang sebenarnya bukan saja memapankan sebuah hubungan, tetapi juga menjaga setiap individu tetap saling mengasihi satu sama lain hingga lima puluh dan enam puluh tahun berikutnya. Hal ini tidak akan tercapai jika menikah tanpa berbagi visi, misi yang sama Thomas 2014. Pernikahan diciptakan untuk persekutuan, penyatuan dua orang, dua kehidupan, dan dua tujuan hidup. Pernikahan tidak diciptakan untuk stabilitas ekonomi atau sosial, kepuasan emosional atau jasmaniah, atau bahkan untuk kelangsungan dari ras manusia, meskipun ini adalah produk 122 Edisi Volume 2 Nomor 2, Desember 2021sampingan yang indah dari pernikahn yang sehat, sama seperti tujuan untuk berbagi keintiman Paul and Tsika 2012. Alkitab mengajarkan bahwa pernikahan adalah komitmen public antara seorang laki-laki dan perempuan untuk menjadi satu dan tetap saling setia hingga ajal. Sebuah keluarga baru dimulai pada saat seorang laki-laki dan perempuan menikah. Allah merencanakan pernikahan dan keluarga untuk menjadi fondasi seluruh masyarakat di sepanjang sejarah. Saat ini, dalam setiap budaya dunia, terdapat pernikahan dan keluarga. Keluarga masih sering keluar dari rencana Allah Goodall and Goodall 2010. Keluarga kini berada di bawah tekanan, ancaman, dan bahkan serangan, Di satu sisi, karena berbagai alasan sosio-ideologis dan bahkan teologis, banyak orang yang menganggap keluarga sebagai sekadar institusi sosial peninggalan zaman dulu yang tidak perlu dipertahankan lagi. Di sisi lain, karena kesibukan karir atau kenyataan-kenyataan hidup lainnya, banyak orang yang tetap menjalani kehidupan keluarga namun mulai mengacuhkan dan tidak lagi menganggap serius arti penting keluarga. Keluarga ditolak, diabaikan, dan dilecehkan karena berbagai alasan Hidayat, Cunningham, and Cunningham 2006. Metode Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka. Pertama, mengupas konsep makna visi dan misi keluarga rancangan Allah dari berbagai teori dan para ahli pernikahan Kristen. Kedua, menganalisis tentang implikasi dari makna visi dan misi keluarga rancangan Allah dalam pendidikan keluarga Kristen. Sumber utama dari pembahasan konsep dan analisis implikasinya judul penelitian ini berasal dari beberapa sumber yang relevan, hasil penelitian dari jurnal dan buku teks yang sesuai. Semua sumber selanjutnya dianalisis dengan cara mencermati hubungan dan kecocokan dengan tema penulisan. Hasil analisis selanjutnya diuraikan secara deskriptif dan sistematis Zaluchu 2020. Hasil dan Pembahasan Rancangan Allah Untuk Pernikahan Lembaga pernikahan adalah salah satu karunia ajaib dan abadi dari Sang Pencipta bagi umat manusia. Tuhan mengumumkan penahbisan keluarga, jauh sebelum Allah menetapkan dua lembaga besar manusia yang lain, yaitu gereja dan pemerintahan Dobson 2007. Alkitab menyatakan bahwa Allah melaksanakan kehendak-Nya melalui dan di dalam pembentukan keluarga Tong 2011. John Piper dengan tegas menyatakan bahwa hal yang paling mendasar yang dapat disaksikan di Alkitab terkait pernikahan adalah bahwa pernikahan itu karya Allah. Dan hal utama yang dapat dilihat di Alkitab tentang pernikahan adalah bahwa pernikahan itu untuk kemuliaan Allah Piper 2012. Ketika Allah menciptakan pernikahan yang pertama, Adam dan Hawa, Allah berkata bahwa tidak baik bagi seorang manusia untuk hidup sendiri Kej. 218. Karena semua manusia dibuat serupa dengan gambar-Nya, gambar Tuhan yang memiliki hubungan satu sama lain, Bapa, Anak, dan Roh Kudus yang bekerja sama tanpa mementingkan diri sendiri demi kepentingan umat manusia dan tercapainya rencana Bapa. Oleh Tri Astuti & Yakub, Keluarga Rancangan Allah Dan Implikasinya Dalam Pendidikan Keluarga Kristen 123 karena itu manusia diciptakan untuk menjadi serupa dengan Allah, ada kerinduan di lubuk hati yang dalam untuk memiliki hubungan yang mendalam dan intim. Pernikahan mendekatkan dua orang yang unik dan menyatukan jiwa serta tubuh masing-masing untuk sebuah tujuan yang sama sepanjang sisa hidup keduanya. Pernikahan adalah kontrak secara resmi, sosial, dan rohani antara seorang pria dan seorang wanita. Pernikahan merupakan janji ilahi yang dibuat di hadapan Allah. Ini adalah komitmen satu sama lain, ikrar untuk hidup bersama, saling melayani, dan tetap setia satu sama lain. Pernikahan juga merupakan cara Allah untuk menunjukkan kasih-Nya bagi manusia dan rencana-Nya bagi pernikahan kepada dunia, dan membantu pasangan suami istri menjadi lebih serupa dengan Dia. Pernikahan adalah bekerja dengan karakter, cinta, kasih karunia, dan pengampunan dari masing-masing pasangan pasangan yang bertumbuh melalui kesalahan keduanya. Pernikahan melibatkan dua orang yang tidak sempurna dan menempatkan keduanya dalam hubungan yang berkomitmen agar keduanya data bertumbuh bersama dengan aman serta dewasa sementara keduanya menangani ketidaksempurnaan dan permasalahan. Pernikahan mengejawantahkan tindakan memberi, menolong, memercayai, mengampuni, memerhatikan, mempelajari, dan menjalani suka duka kehidupan Mathis and Mathis 2010. Sebab sejatinya peran keluarga harus memperlengkapi diri dan membawa keluarga untuk bertumbuh dalam pengharapan kepada Tuhan Arifianto 2020. Allah menciptakan manusia menurut gambar dan rupa Allah Kej. 126. Allah juga menciptakan lembaga perkawinan sebagai institusi pertama untuk melengkapi kesempurnaan ciptaan-Nya karena Allah melihat tidak baik bagi manusia seorang diri Kej. 218. Allah pencipta institusi keluarga dengan visi Allah sendiri, yaitu anak cucu manusia Kej. 128. Sebab sejatinya keluarga lahir dari rencana yang sangat indah dari Tuhan yang membawa dampak baik bagi manusia itu sendiri Angin, Yeniretnowati, and Arifianto 2020. Oleh Karena itu dalam keluarga yang dinyatakan sama seperti hubungan suami istri seperti Kristus dan jemaat, jemaat sangat dikasihi dan Kristus rela berkurban untuknya; dan masing-masing pihak suami dan istri agar semakin serupa dengan Kristus Flp. 310. Karena natur dosa manusia, maka kehidupan perkawinan yang kudus, yang diciptakan Tuhan, pada kenyataannya jauh dari visi Allah. Hubungan antara suami istri yang banyak bermasalah adalah antara orang tua dan anak Kej. 2519-31. Paulus dalam suratnya Efesus 522-31, menegaskan kembali system keluarga Kristen dan menggarisbawahi hubungan cinta kasih antara suami dan istri, di mana suami berperan sebagai kepala keluarga. Oleh karena natur keberdosaan manusia, maka cinta kasih gampang luntur oleh usia, komitmen kemenyatuan mejadi renggang, maka Paulus ke jemaat di Roma menasihatkan “berubahlah oleh pembaharuan budimu†Rm. 122. Atas prinsip pembaruan inilah keluarga seharusnya terus-menerus menggelorakan semangat dan komitmen pembaruan untuk mewujudkan visi dan misi perkawinan sesuai dengan amanat Firman Tuhan bagi keluarga orang percaya Parapak and LIFE 2018. Perkawinan terbentuk dalam suasana kudus tanpa dosa, dan disanalah manusia Adam begitu bersyukur mendapatkan seorang penolong yang sepadan. Dalam suasana demikianlah Adam berseru penuh syukur, “Inilah dia, tulang dari tulangku dan daging dari dagingku,†yang diikuti oleh pernyataan Allah bahwa seorang laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan istrinya, sehingga keduanya menjadi satu daging Kej. 223-24, Adam dan Hawa diberi mandat untuk beranak cucu dan memenuhi bumi, berkuasa atas ciptaan dan 124 Edisi Volume 2 Nomor 2, Desember 2021menaklukan bumi ciptaan Tuhan. Visi Allah akan keluarga pertama adalah menjadi kawan sekerja Allah dalam mengelola ciptaan tuhan dan setia kepada Sang Pencipta. Namun karena dosa, hubungan indah dan kudus antara manusia dan Allah terputus, sehingga manusia dan keluarganya harus menanggung akibat dosa. Visi Allah untuk menyelamatkan manusia, keluarga berdosa, tidak lenyap. Allah membuka jalan keselamatan dengan menyatakan kasih-Nya yang begitu besar dengan mengaruniakan Yesus sebagai Juru Selamat bagi manusia Parapak and LIFE 2017. Jonathan Parapak menyatakan banyak ayat dalam Alkitab terkait pentingnya pemahaman visi dan misi keluarga rancangan Allah, diantaranya dalam Kejadian 126-28; Kejadian 218-25; Kejadian 2519-31; Yosua 241-18; Efesus 522-31; Roma 121-2 dan Filipi 31-16, beberapa ajaran pokoknya, adalah Pertama, Visi mulia keluarga rancangan Tuhan, adalah keluarga kudus, yang terus memuliakan Allah dan menikmati anugerah dan penyertaan Tuhan. Kedua, Visi Allah tentang keluarga jelas, keluarga yang bersatu menjadi kawan sekerja Allah dalam mengelola ciptaan Tuhan. Keluarga dibentuk dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, bukan sesame jenis, keduanya menjadi satu dalam keintiman, satu tulang satu daging. Ketiga, Walaupun keluarga dibangun oleh manusia berdosa, Allah membuka jalan penyelamatan asalkan keluarga bertobat dan mengenyahkan berhala-berhala lain dan kembali hanya menyembah Allah dalam Kristus. Keempat, Karena keberdosaan, keluarga menghadapi banyak cobaan dan tantangan. Yosua menegaskan keyakinan dan pilihannya untuk beribadah kepada Allah saja bersama keluarganya apapun tantangannya. Kelima, Paulus menjadi contoh hamba Tuhan yang visinya jelas dan tegas serupa dengan Kristus, termasuk dalam kematian-Nya Parapak and LIFE 2017. Keenam, Visi keluarga rancangan Allah adalah keluarga yang memuliakan Allah, kesatuan yang paripurna untuk menghasilkan keturunan dan ikut bersama Allah dalam mengelola ciptaan. Hal itu selaras dengan pernyataan Sibarani bahwa rancangan Allah bagi rumah tangga Kristen dapat diwujudnyatakan untuk kemuliaan-Nya Sibarani and Arifianto 2020. Ketujuh, Sistem keluarga dengan ordo yang dikehendaki Tuhan terlaksana dalam suatu hubungan kasih yang luar biasa seperti kasih Kristus akan Jemaat-Nya. Kedelapan, Karena natur dosa manusia, maka keluarga dapat terpuruk dalam berbagai persoalan hubungan anak dengan ayah, anak dengan ibu, bahkan antar saudara. Oleh karena itu, Firman Tuhan mengingatkan agar setiap anggota keluarga untuk terus mengalami pembaruan, supaya dapat kembali mempersembahkan keluarga sebagai ibadah yang hidup, kudus dan diperkenankan Allah. Kesembilan, Keluarga terus berupaya supaya getaran visi terus hidup untuk mendorong keluarga terus semakin diperkaya dan disempurnakan untuk memuliakan Tuhan. Kesepuluh, Pengalaman Ishak dengan istri dan anak-anaknya menjadi pelajaran bagi keluarga sekarang ini untuk tidak membiarkan keluarga rusak oleh karena perilaku yang tidak diperkenankan Allah Parapak and LIFE 2018. Keterlibatan Allah merupakan faktor penting dalam pernikahan dan keluarga. Allah adalah mitra senior di dalam janji nikah orang Kristen yang akan menolong orang percaya untuk memenuhi janji pernikahan dan menolong pernikahan dan keluarga dalam situasi untuk kebaikan. Bagian orang percaya adalah taat kepada Allah dan hukum-hukum-Nya. Kegagalan untuk menjadi setia akan membawa keluarga kepada kehancuran. Ketika keluarga diserang, ketika media dan segmen lainnya dari budaya bertolak belakang dengan ajaran Alkitab tentang Tri Astuti & Yakub, Keluarga Rancangan Allah Dan Implikasinya Dalam Pendidikan Keluarga Kristen 125 pernikahan dan keluarga, orang Kristen harus tetap antusias terhadap institusi pernikahan yang merupakan ciptaan Allah sendiri Fernando 2019. Visi setiap pasangan tidak akan sama, tentu saja, tetapi visi yang jelas untuk pernikahan akan memandu, mengilhami, dan memotivasi ketika pasangan suami istri bertumbuh melalui segala tekanan hidup. Bila memiliki visi hidup bersama yang positif dan menyenangkan, pasangan suami istri dapat berupaya untuk meraih sasaran itu sekalipun kondisinya sulit. Sebuah visi pernikahan lebih dari sekadar mempelajari serta mempraktikkan kecakapan dalam membina hubungan. Memahmi perspektif Allah sangat penting demi keberhasilan pernikahan. Allah sudah memberi orang percaya visi melalui firman-Nya. Allah telah memberi orang percaya definisi kasih, cetak biru-Nya untuk komitmen yang mengikat, dan rencana-Nya untuk pernikahan yang penuh anugerah Mathis and Mathis 2010. Pernikahan Sebagai Simbol Kristus dan Gereja Keagungan suami atau istri didasarkan pada bagaimana system persatuan ini mampu melambangkan hubungan antara Kristus dan Gereja Ef. 532. Kristus menyerahkan diri, dibunuh, disalibkan, dan mengalirkan darah, barulah dari situ dilahirkan gereja yang ditebus oleh darah-Nya. Demikian pula Adam, ditidurkan, dioperasi, mengalirkan darah, harus berkorban, barulah dari tulang rusuk Adam, Allah menciptakan Hawa. Jadi, bagaimana suami mencintai istri adalah seperti Kristus mencintai Gereja, rela berkorban dan rela mati. Cinta adalah menyerahkan diri demi menggenapi yang lain. Itulah cinta yang sejati Tong 2011. Pernikahan yang melambangkan hubungan Kristus dan jemaat menunjukkan suatu relasi yang bersifat eksklusif. Relasi ini tidak boleh diinterupsi oleh pihak ketiga. Alkitab menyatakan bahwa Allah sangat marah kepada segala bentuk perzinahan baik perzinahan rohani maupun jasmani, karena itu melecehkan pribadi Allah sendiri berdasarkan hubungan yang eksklusif ini Subeno 2012. Pernikahan Kristiani Adalah Sebuah Komitmen Firman Allah menunjukkan bahwa komitmen pernikahan itu kudus sekaligus praktis. Allah menggunakan hubungan pernikahan untuk menggambarkan hubungan-Nya dengan Gereja sebagai mempelai wanita-Nya. Allah berkomitmen untuk mencintai tanpa syarat. Janji pernikahan suami istri merupakan komitmen seorang kepada yang lain, sangat penting bagi Allah Ef. 521-31; Why. 2217; Mat. 915. Pernikahan kristiani adalah sebuah komitmen yang mencakup tiga pribadi, yakni suami, istri, dan Yesus. Pernikahan adalah ikrar untuk saling setia dan tunduk. Pernikahan adalah kesempatan bagi masing-masing pribadi untuk menumbuhkan dan mengembangkan kemampuan dan bakat yang dimilikinya.Wright 2013 Hidup pernikahan kristiani adalah kehidupan yang berciri berkomitmen secara total. Hubungan pernikahan Kristiani adalah hubungan pernikahan seumur hidup berdasarkan komitmen secara total. Hubungan ini digambarkan rasul Paulus dalam Efesus 521-23 seperti hubungan Kristus dengan jemaat-Nya. Kristus rela berkurban demi jemaat-Nya. Kasih Kristus adalah kasih tanpa pamrih, bahkan Yesus berjanji untuk senantiasa menyertai umat-Nya. Rasul Paulus mengajarkan suami istri perlu saling mengasihi seperti Kristus telah mengasihi orang percaya. Kasih itu seperti kasih yang tertera dalam 1 Korintus 134-7. Kristus telah mencintai seseorang meskipun seseorang itu telah tidak setia dalam mengikuti-Nya. Menurut Paulus 126 Edisi Volume 2 Nomor 2, Desember 2021orang yang percaya bersatu bersama Kristus Soesilo 2010. Pernikahan dimaksudkan untuk menjadikan sebuah hubungan antar manusia yang merefleksikan komitmen Tuhan kepada orang percaya Janssen 2010. Pentingnya Visi Misi Keluarga Kitab Amsal 2918 mengatakan, “Bila tidak ada wahyu visi, menjadi liarlah Demikian juga sebuah keluarga yang tidak berbagi visi untuk masa depan berisiko menjadi liar dan akhirnya binasa. Visi keluarga membantu melewati badai yang menerjang keuarga. Visi keluarga juga membantu untuk mengutamakan komitmen antar anggota keluarga dan mendorong untuk tidak terlalu patah semangat., ketika ada kesalahan yang anggota keluarga lakukan. Melalui visi bersama, suami istri telah menempatkan diri dalam perjanjian, karena Perjanjian Lama mengajarkan, “Berjalankah dua orang bersama-sama, jika mereka belum berjanji? Am. 33. Dan seperti Yesus sendiri katakana, “dan jika suatu rumah tangga terpecah-pecah, rumah tangga itu tidak dapat bertahan†Mrk. 325. Sebuah visi bersama adalah kekuatan pemersatu yang kuat untuk keluarga. Hal ini dapat membantu keluarga melewati masa sulit bersama-sama. Sebuah visi keluarga mengingatkan anggota keluarga pada apa yang benar-benar penting, dan apa yang tidak. Visi keluarga dapat berfungsi sebagai pemersatu dan jarring pengaman Slayton and Slayton 2016. Visi keluarga adalah rencana tindakan berdasarkan keyakinan dan harapan bersama akan di mana orang ingin berada sebagai sebuah keluarga. Visi ini menguatkan filosofi keluarga dan mengartikulasikan tujuan dan aspirasi bersama setiap orang Slayton and Slayton 2016. Visi, dalam keadaan baik maupun buruk, membuat keluarga dapat terus begerak maju bersama-sama. Visi tersebut membantu keluarga menjaga pandangan pada tujuan akhir. Dalam cara yang sama, visi bersama dapat membantu keluarga menjadi sukses. Visi yang dibagikan memberi setiap anggota keluarga rasa saling memiliki yang lebih kuat, karena menjadi bagian dari sesuatu yang lebih besar dari dirinya sendiri. Hal ini terutama membantu di masa-masa yang sulit. Sebuah visi keluarga bersama membantu setiap anggota keluarga untuk tidak putus asa dan tidak menyerah pada diri sendiri atau terhadap satu sama lain. Sebuah visi keluarga berfungsi untuk menjaga keluarga fokus pada apa yang penting dalam hidup, dan apa yang tidak Slayton and Slayton 2016. Sebuah rumah yang dibangun di atas dasar Matius 633, “Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu†adalah rumah yang kokoh. Sementara ayat ini mengandung perintah, ayat ini pun memiliki janji luar biasa bagi hidup penuh kelimpahan dan makna. Ketika sepasang suami istri berkomitmen pada Kristus, bertumbuh bersama di dalam Tuhan, saling mendukung satu sama lain dalam perjalanan rohani, membesarkan anak-anak dalam takut akan Tuhan, saling mengasihi satu sama lain karena mengasihi Tuhan, maka sukacita akan berlimpah dan mujizat terjadi. Orang-orang egois berubah menjadi sekumpulan pelayan. Anak-anak yang mementingkan diri sendiri bertumbuh menjadi pekerja-pekerja kerajaan sehari-hari dipenuhi dengan lakon menggairahkan dalam membangun sebuah kerajaan. Memang ada banyak kesalahan, banyak pertobatan, berkali-kali frustasi, rasa sakit, dan bahkan keraguan. Tetapi pada akhirnya, hadirat Allah manang, orang-orang diubahkan, pekerjaan Allah diselesaikan, dan ujian berhasil Tri Astuti & Yakub, Keluarga Rancangan Allah Dan Implikasinya Dalam Pendidikan Keluarga Kristen 127 dilewati. Jika dua orang berdiri bersama disekeliling misi ini dan jika keduanya membuat pilihan pernikahan berdasarkan pada pribadi terbaik dengan siapa keduanya dapat mewujudkan misi ini, kemungkinan terbesar keduanya akan mengalami pernikahan yang memenuhkan dan membangun jiwa Thomas 2014 Visi orang percaya bagi keluarga harus berasal dari hati Allah sendiri, karena itulah yang akan menyukakan hati Allah. Karena itu, kini orang percaya perlu melihat lebih jauh dasar alkitabiah bagi keluarga Hidayat et al. 2006. Misi sebuah keluarga dibentuk saat keluarga Kristen menetapkan apa yang dianggap berharga dalam pernikahan, dalam mengasuh anak, cara mendapatkan dan mengelola uang, etika kerja, tradisi, hubungan dengan orang-orang di luar keluarga inti, terutama saat menjangkau orang lain dengan kasih Yesus Stoop and Stoop 2008. Menemukan misi sebuah keluarga membantu pasangan Kristen untuk menetapkan prioritas-prioritas dan membuat pilihan-pilihan yang menentukan bagaimana keluarga Kristen memanfaatkan waktu dan uang, dan apa yang akan diajarkan kepada anak-anak. Hal ini juga memberikan pasangan kristiani tujuan melampaui keadaan dirinya. Misi keluarga memantapkan dan menguatkan bahtera rumah tangga orang percaya Stoop and Stoop 2008. Keluarga Beribadah Kepada Allah Dalam keberdosaan, umat pilihan Tuhan yang mengalami anugerah dan penyertaan tuhan, dibebaskan dari perbudakan di bawah pimpinan Musa dan Yosua. Umat Tuhan sering memberontak, memilih menyembah allah lain, namun Tuhan terus mengasihi dan melepaskannya dari berbagai bahaya dan kehancuran. Yosua mengumpulkan umat Israel di Sikhem dan menantang untuk hanya beribadah kepada Allah. Allah mengingatkan umat tentang visi Allah untuk umat Yidup beribadah di tanah perjanjian. Yosua menyatakan visi hidupnya dengan menegaskan bahwa Yosua dan keluarganya akan beribadah kepada Allah Israel. Paulus dalam suratnya kepada jemaat Filipi juga menyatakan apa yang menjadi visi hidupnya, yaitu semakin serupa dengan Kristus Parapak and LIFE 2017. Implikasinya Bagi Pendidikan Kristen Sarana Orang Tua Membantu Cara Pandang Anak Sebuah visi keluarga membantu orang tua menciptakan cara pandang yang membuat anak-anak merasa punya tempat dan tujuan. Orang tua ingin anak-anaknya tahu kalau anak-anak merupakan bagian integral dari keluarga, dengan peran yang hanya dapat dilakukan oleh dirinya saja. Berkomunikasi dengan anak-anak untuk membahas tujuan dan rencana keluarga membantu memberikan anak-anak perasaan bahwa anak-anak memiliki peran dalam kehidupan, bahwa hidup ini berharga, dan bahwa anak-anak adalah bagian dari sesuatu yang lebih besar dari dirinya sendiri. Saat anak-anak tumbuh dewasa, anak-anak akan memiliki lebih banyak masukan untuk membentuk visi keluarga. Akhirnya anak-anak akan mengembangkan visi keluarganya sendiri, proses ini akan jauh lebih mudah dibuat jika anak-anak telah mengalami hidup dalam sebuah keluarga yang memiliki satu visi Slayton and Slayton 2016. Membangun Visi Pernikahan Yang Kuat dan Sehat serta Berhasil Semua anggota keluarga dapat bersama mengambil waktu untuk mulai mengembangkan visi keluarga. Kesempatan ini dapat membantu anggota keluarga untuk mengingat mengapa 128 Edisi Volume 2 Nomor 2, Desember 2021awalnya ingin menjadi keluarga dan apa yang akan keluarga lihat di masa depan Slayton and Slayton 2016. Pernikahan yang kuat, intim, dan menghormati Tuhan, yang mengarah pada kemitraan jangka panjang serta hubungan yang menumbuhkan rasa kesatuan, itu adalah sesuatu yang dibangun dan memerlukan jangka panjang. Intinya sebuah pernikahan yang baik bukanlah sesuatu yang begitu saja ditemukan, melainkan sesuatu yang pasangan suami istri harus bangun. Sebuah hubungan, menurut definisnya, tidak dapat ditemukan; hubungan harus dibangun. Membangun hubungan membutuhkan dua orang yang saling mengenal satu sama lain dan kemudian setiap hari keduanya harus memilih untuk tetap terhubung. Keintiman dianyam serajut demi serajut, melalui waktu berbagi secara verbal, doa bersama, tindakan kasih, saling melayani, pernyataan komitmen, dan membangun pemahaman melalui komunikasi secara teratur, serta menempuh pengalaman bersama Thomas 2014. Pernikahan yang berhasil selalu merupakan proses pertumbuhan yang menuntut komunikasi yang jujur, terbuka, transparan, dan berani.Paul and Tsika 2012 Membuat Pilihan Pernikahan Yang Bijak Imbalan dari membuat pernikahan yang bijak sungguh mengagumkan. Jika pasangan tetap berakar di dalam Kristus, sepenuhnya menetapkan pikiran, dan menggunakan sumber daya yang ada, baik bimbingan Allah, Firman Tuhan, keluarga, gereja, dan rekan-rekan yang bijak, kemudian mendekati keputusan ini dengan sepenuh maksud, tujuan, dan hikmat, maka kemungkinan terbesar adalah pasangan suami istri Krosten akan memasuki pernikahan yang kaya, memuaskan, serta menumbuhkan jiwa. Sebuah pernikahan yang membuahkan hidup, semangat, keintiman, memori sepanjang usia bersama pasangan sebagai sobat terdekat, dan sukacita melimpah dalam membangun sebuah keluarga bersama-sama. Hidup berkeluarga adalah hidup yang manis dan pernikahan yang intim bagaikan hadiah yang menakjubkan. Persahabatan yang dihasilkan dari menghadapi semua musim kehidupan bersama-sama, berdoa bersama, merawat anak-nak bersama, melayani Tuhan bersama, bersenang-senang, bercinta, pusing dan patah hati, mengatasi kemunduran dan belajar menangani kekecewaan, serta bertumbuh bersama melalui semuanya itu, mampu menciptakan ikatan yang tidak bisa ditandingi daya tarik seksual atau ketergila-gilaan romantic awal mana pun Thomas 2014. Berakar, Bertumbuh, dan Berbuah Bersama Pasangan. Bersatu dalam pernikahan merupakan suatu proses Daugherty 2006. Banyak pasangan yang telah memiliki pernikahan yang memuaskan, bahkan yang sangat istimewa tidak terjadi dengan sendirinya dan kebetulan namun harus diusahakan. Pasangan dalam pernikahan yang baik dan kuat selalu bertekad untuk belajar dan bertumbuh, mengembangkan sikap positif dan alkitabiah, serta terus-menerus mencari tahu bagaimana berbicara dengan bahasa pasangan dengan juga berusaha selalu menghargai perbedaan dan keunikan masing-masing pribadi Wright 2004b Pernikahan bukanlah sekadar suatu peristiwa dalam hidup, melainkan jalan hidup. Pernikahan mencakup keintiman di segala aspek yang harus terus dibina. Keintiman ini harus menyentuh aspek rohani, intelektual, sosial, emosi, dan fisik Wright 2004a. Rumah tangga dengan Kristus sebagai Tuhan adalah rumah tangga yang utuh di mana hal-hal rohani bukan hanya memanifsetasikan diri dalam bentuk tingkah laku rohani yang formal, bersifat agamawiah, tetapi dalam setiap aspek kehidupan termasuk dalam pekerjaan, studi, Tri Astuti & Yakub, Keluarga Rancangan Allah Dan Implikasinya Dalam Pendidikan Keluarga Kristen 129 pergaulan, hobi, dan sebagaimnya. Oleh karena itu persoalan apa saja yang muncul dalam kehidupan keluarga Kristen tidak perrnah menjadi persoalan yang semata-mata rohani atau semata-mata perbedaan watak dan kepribadian. Penanganan persoalan apa saja selalu harus menjadi manifestasi dari kehidupan rohani yang sesungguhnya dari individu-individu dengan keunikan watak dan kepribadiannya Susabda 2008. Melayani Pasangan Pernikahan adalah panggilan untuk melayani, sebagaimana perintah Alkitab, “Janganlah tiap-tiap orang hanya memperhatikan kepentingannya sendiri, tetapi kepentingan orang lain juga. Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus, yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia. Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib. Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama†Flp. 24-9. Yesus rela merendahkan diri-Nya menjadi “hamba†karena Dia lebih memperhatikan kepentingan orang yang dikasihi-Nya daripada kepentingan-Nya sendiri. Dengan cara yang sama Rasul Paulus juga menasihati orang percaya supaya merendahkan diri seorang kepada yang lain dalam takut akan Yesus Kristus Ef. 521. Pelajaran penting janganlah pernah pasangan suami istri menuntut untuk dilayani oleh pasangannya Wright 2004a. Kristus mengasihi seseorang dengan memberikan diri-Nya sendiri, Kristus telah menyerahkan diri-Nya dengan komitmen secara total dalam hidup dan kematian-Nya. Komitmen seperti Kristus itulah yang diharapkan dalam pernikahan kristiani. Komitmen untuk mengasihi pasangannya dengan memberi dirinya, tetap saling memperhatikan dan saling mengasihi biar apa pun yang terjadi. Kasih semacam iyu hanya untuk kebaikan pasangan Soesilo 2010. Kesimpulan. Orang percaya dipanggil untuk sepadan dan menyatu dalam pernikahan. Keluarga Kristen harus berusaha mengupayakan kesatuan yang besifat holistis, yang mencakup kesepadanan spiritual, intelektual, emosional, kultural, fisik untuk memperkaya dan memperindah pernikahan. Keluarga Kristen harus waspada terhadap tantangan yang menggiurkan akan jabatan, sukses duniawi, dan mengabaikan aspek mendasar seperti kesepadanan spiritual, cinta kasih, dan pertumbuhan untuk semakin serupa dengan Kristus. Implikasi dari pemahaman makna visi dan misi keluarga rancangan Allah ini dalam pendidikan keluarga Kristen paling tidak mengandung lima hal, yaitu Pertama, Sarana orang uua membantu cara pandang anak. Kedua, Membangun visi pernikahan yang kuat dan sehat serta berhasil. Ketiga, Membuat pilihan pernikahan yang bijak. Keempat, Berakar, bertumbuh, dan berbuah bersama pasangan. Kelima, Melayani pasangan. Daftar Pustaka Angin, Yakub Hendrawan Perangin, Tri Astuti Yeniretnowati, and Yonatan Alex Arifianto. 130 Edisi Volume 2 Nomor 2, Desember 20212020. “Peran Keluarga Kristen Untuk Bertahan Dan Bertumbuh Dalam Menghadapi Tantangan Di Era Disrupsi Dan Pandemi JURNAL TEOLOGI RAHMAT 62128–41. Arifianto, Yonatan Alex. 2020. “Pentingnya Pendidikan Kristen Dalam Membangun Kerohanian Keluarga Di Masa Pandemi Regula Fidei Jurnal Pendidikan Agama Kristen 5294–106. Daugherty, Billy Joe. 2006. Pernikahan Yang Kokoh. 4th ed. Jakarta Metanoia. Dobson, James. 2007. Marriage Under Fire. 1st ed. Jakarta Immanuel. Don, and Sally Meredith. 2006. Keduanya... Menjadi Satu. 1st ed. Batam Gospel Press. Family, Tim Focus On The. 2003. The Communication Marriage Komunikasi Dalam Pernikahan. 1st ed. Jakarta Focus On The Family Indonesia. Fernando, Ajith. 2019. Aku Dan Seisi Rumahku Kehidupan Keluarga Pemimpin Kristen. 1st ed. Jakarta Literatur Perkantas. Goodall, Wayde I., and Rosalyn R. Goodall. 2010. Marriage & Family. 1st ed. Malang Gandum Mas. Hidayat, Paul, Janet Cunningham, and David Cunningham. 2006. Visi Allah Bagi Keluarga. 1st ed. Jakarta Persekutuan Pembaca Alkitab. Janssen, Al. 2010. Your Marriage Masterpiece. 1st ed. Jakarta Gramedia Pustaka Utama. Mathis, Dale, and Susan Mathis. 2010. Menuju Pernikahan Yang Sehat Dan Solid. 1st ed. Yogyakarta Andi Offset dan Focus On The Family. Parapak, Anne Atkinson. 2019. Hidup Bahagia Selama-Lamanya? Bahan Pembinaan Pranikah. 1st ed. Jakarta Scripture Union Indonesia. Parapak, Jonathan L., and Tim LIFE. 2017. Growing Together  Membangun Dan Memperkaya Keluarga Dalam Tuhan. 1st ed. Jakarta Literatur Perkantas. Parapak, Jonathan L., and Tim LIFE. 2018. Growing Together 3 Memperkuat Dan Memperkaya Hidup Perkawinan. 1st ed. Jakarta Literatur Perkantas. Parapak, Jonathan L., and Tim LIFE. 2019. Growing Together 1 Seni Memperkaya Dan Memperindah Hidup Perkawinan. 3rd ed. Jakarta Literatur Perkantas. Paul, and Billie Kaye Tsika. 2012. Get Married, Stay Married. 1st ed. Jakarta Immanuel. Piper, John. 2012. This Momentary Marriage. 1st ed. Bandung Pionir Jaya. Sibarani, Yosua, and Yonatan Alex Arifianto. 2020. “Studi Analisis Makna Kata ‘Berahi’ Dan ‘Berkuasa’ Dalam Kejadian 316 Dan Implikasinya Bagi Rumah Tangga Kristen Masa Sola Scriptura Jurnal Teologi 12118–34. Slayton, Marina, and Gregory W. Slayton. 2016. Be The Best Mom You Can Be - Panduan Praktis Untuk Membesarkan Anak Pada Generasi Yang Rusak. 1st ed. Jakarta Family First Indonesia. Soesilo, Vivian A. 2010. Bimbingan Pranikah. 4th ed. Malang Literatur SAAT. Stoop, David, and Jan Stoop. 2008. A to Z Pernikahan. 1st ed. Yogyakarta Andi Offset. Subeno, Sutjipto. 2012. Indahnya Pernikahan Kristen. 4th ed. Surabaya Momentum. Susabda, Yakub. 2008. Konseling Pranikah. 3rd ed. Jakarta STTRII. Thomas, Gary. 2014. The Sacred Search. 3rd ed. Surabaya Literatur Perkantas Jawa Timur. Tong, Stephen. 2011. Takhta Kristus Dalam Keluarga. 1st ed. Surabaya Momentum. Tri Astuti & Yakub, Keluarga Rancangan Allah Dan Implikasinya Dalam Pendidikan Keluarga Kristen 131 Wright, H. Norman. 2004a. Komunikasi Kunci Pernikahan Harmonis. 2nd ed. Yogyakarta Gloria Graffa. Wright, H. Norman. 2004b. The Marriage Checkup. 1st ed. Jakarta Immanuel. Wright, H. Norman. 2013. So You ’Re Getting Married. 5th ed. Yogyakarta Gloria Graffa. Zaluchu, Sonny Eli. 2020. “Struktur Artikel Untuk Jurnal Ilmiah Dan Teknik Pp. 1–21 in Strategi Menulis Jurnal Untuk Ilmu Teologi, edited by S. E. Zaluchu. Semarang Golden Gate Publishing Semarang. ResearchGate has not been able to resolve any citations for this Pendidikan Kristen Dalam Membangun Kerohanian Keluarga Di Masa Pandemi Covid-19Yonatan ArifiantoAlexArifianto, Yonatan Alex. 2020. "Pentingnya Pendidikan Kristen Dalam Membangun Kerohanian Keluarga Di Masa Pandemi Covid-19." Regula Fidei Jurnal Pendidikan Agama Kristen 52 Pernikahan Yang Sehat Dan SolidDale MathisSusan MathisMathis, Dale, and Susan Mathis. 2010. Menuju Pernikahan Yang Sehat Dan Solid. 1st ed. Yogyakarta Andi Offset dan Focus On The Together Membangun Dan Memperkaya Keluarga Dalam TuhanJonathan L ParapakParapak, Jonathan L., and Tim LIFE. 2017. Growing Together Membangun Dan Memperkaya Keluarga Dalam Tuhan. 1st ed. Jakarta Literatur Together 3 Memperkuat Dan Memperkaya Hidup PerkawinanJonathan L ParapakTim LifeParapak, Jonathan L., and Tim LIFE. 2018. Growing Together 3 Memperkuat Dan Memperkaya Hidup Perkawinan. 1st ed. Jakarta Literatur Together 1 Seni Memperkaya Dan Memperindah Hidup PerkawinanJonathan L ParapakParapak, Jonathan L., and Tim LIFE. 2019. Growing Together 1 Seni Memperkaya Dan Memperindah Hidup Perkawinan. 3rd ed. Jakarta Literatur Analisis Makna Kata 'Berahi' Dan 'Berkuasa' Dalam Kejadian 316 Dan Implikasinya Bagi Rumah Tangga Kristen Masa KiniYosua SibaraniYonatan Alex ArifiantoSibarani, Yosua, and Yonatan Alex Arifianto. 2020. "Studi Analisis Makna Kata 'Berahi' Dan 'Berkuasa' Dalam Kejadian 316 Dan Implikasinya Bagi Rumah Tangga Kristen Masa Kini." Sola Scriptura Jurnal Teologi 12 The Best Mom You Can Be -Panduan Praktis Untuk Membesarkan Anak Pada Generasi Yang RusakMarina SlaytonGregory W SlaytonSlayton, Marina, and Gregory W. Slayton. 2016. Be The Best Mom You Can Be -Panduan Praktis Untuk Membesarkan Anak Pada Generasi Yang Rusak. 1st ed. Jakarta Family First Kunci Pernikahan HarmonisH WrightNormanWright, H. Norman. 2004a. Komunikasi Kunci Pernikahan Harmonis. 2nd ed. Yogyakarta Gloria WrightNormanWright, H. Norman. 2004b. The Marriage Checkup. 1st ed. Jakarta You 'Re Getting MarriedH WrightNormanWright, H. Norman. 2013. So You 'Re Getting Married. 5th ed. Yogyakarta Gloria Graffa.
keluargaperlu ditata untuk mencerminkan atau mereleksikan kasih Allah yang memberikan pengasuhan secara isik, mentalemosional, sosial, spiritual rohani kepada para anggotanya. Hal ini juga dikenal sebagai kasih Allah yang bersifat holistik.
Oleh Najmah Saiidah ]لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرً KELUARGA – Sungguh melalui QS Al-Ahzab ayat 21 ini, Allah SWT menyampaikan kepada kita bahwa Rasulullah Saw. adalah contoh terbaik bagi kita. Beliau adalah orang mulia yang dipilih Allah SWT sebagai teladan bagi umat manusia dalam segala aspek kehidupan. Mencintai Rasulullah Saw. adalah meneladani dan melaksanakan semua syariat yang dibawa beliau tanpa kecuali. Dalam urusan rumah tangga pun tidak boleh luput. Keluarga muslim harus menjadikan Rasulullah Saw. sebagai teladan terbaik dalam hidup berkeluarga. Bagaimana beliau memperlakukan istrinya, anak-anaknya, mendidik istri dan anak-anaknya, dan berinteraksi dengan semua anggota keluarganya merupakan hal yang harus kita contoh. Sebagai bukti cinta kita kepada Allah dan Rasul-Nya. Rasulullah Saw. merupakan pribadi yang penyayang, dikenal sebagai sosok pelindung dan amat mencintai keluarganya. Dalam hadis yang diriwayatkan Imam At-Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Ibnu Hibban, Rasulullah Saw. bersabda, “Khayrukum, khayrukum li-ahlihi wa ana khayrukum li-ahlikum,”. Yang terbaik di antara kalian adalah yang terbaik terhadap keluarga. Dan aku adalah yang terbaik kepada keluarga. Hadis ini menegaskan bagaimana perlakuan dan perhatian beliau terhadap keluarga sangatlah besar. Penuh cinta kasih, akhlak terpuji, hingga kebijaksanaan yang menaungi keluarga. Pernikahan Rasulullah, Saling Memberikan Ketenangan dan Ketenteraman Pada dasarnya, kehidupan pernikahan adalah kehidupan memberi ketenangan, sehingga terjalin persahabatan yang penuh kebahagiaan dan ketenteraman antara pasangan suami dan istri. Inilah yang terjadi dalam rumah tangga Rasulullah Saw. Hal ini tergambar dalam hadis Rasulullah Saw. Dari Ibnu Abbas, Rasulullah Saw. bersabda, “Sesungguhnya aku akan berhias untuk istriku, sebagaimana ia berhias untukku. Aku suka jika ia menyampaikan secara bersih segala apa yang merupakan hakku atasnya sebagaimana aku menyampaikan secara bersih apa-apa yang menjadi haknya atasku.” Karenanya Allah berfirman, “Dan para wanita memiliki hak yang seimbang dengan kewajibannya menurut cara yang makruf.” Dari Ibnu Abbas, “Hak istri adalah persahabatan dan pergaulan yang baik dari suami terhadapnya setimbang dengan kewajibannya berupa ketaatan kepada suaminya.” Bergaul secara Makruf dengan Seluruh Anggota Keluarga Allah memerintahkan agar suami bergaul dengan istrinya dengan cara yang makruf, sebagaimana layaknya seorang sahabat secara sempurna. Memberikan hak-haknya, nafkah dan mahar baginya, tidak bermuka masam di hadapan istrinya dan sebaliknya, dan tidak menampakkan kecenderungan kepada wanita lain. Firman Allah, “ … Dan bergaullah dengan mereka secara patut. Kemudian jika kamu tidak menyukai mereka maka bersabarlah karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak.” QS An-Nisaa’ 19. Rasulullah Saw. teladan terbaik, bergaul dengan makruf kepada keluarganya. Dari Muawiyah al-Qusyairi, Nabi pernah ditanya, “Apakah hak seorang wanita atas suaminya?” Rasulullah menjawab, “Engkau memberinya makan jika engkau makan, dan engkau memberi pakaian jika engkau berpakaian. Janganlah memukulnya pada wajah, jangan mencaci maki dan jangan menjauhinya, melainkan dalam rumah.” HR Ahmad, Abu Daud, dan Ibnu Majah. Rasulullah Saw. adalah sosok penyayang terhadap keluarganya dan ramah kepada anak-anak. Anas bin Malik berkata, “Aku belum pernah melihat seseorang yang lebih sayang kepada keluarga, selain Rasulullah.” Keakraban beliau kepada keluarga diabadikan dalam hadis. Pernah Rasulullah mencium cucunya, Hasan bin Ali. Kejadian itu disaksikan al-Aqra bin Habis, ia pun berkomentar, “Aku memiliki sepuluh orang anak, tapi tak ada satu pun yang biasa kucium.” Rasulullah Saw. menoleh ke arahnya dan menjawab, “Siapa yang tak sayang, maka tak disayang.” HR Bukhari dan Muslim Mendidik dan Membimbing para Istrinya untuk Tetap Berjalan Sesuai Syariat Rasulullah Saw. adalah sahabat bagi istri-istrinya. Bukan pemimpin otoriter terhadap istri-istrinya, sekalipun ia seorang kepala negara, bahkan seorang Nabi. Dari Abdullah bin Abbas, bahwa Umar bin Khaththab menceritakan, “Demi Allah sesungguhnya keadaan kami ketika masa jahiliah, kami tidak pernah menyerahkan satu urusan pun kepada wanita, sampai Allah menurunkan ayat-ayat tentang mereka dan hak mereka. Saat itu saya sedang melakukan pekerjaan, kemudian tiba-tiba istriku berkata begini dan begitu’, maka aku berkata kepadanya, Apa hakmu, mengapa engkau berkata seperti ini?’ Lalu ia berkata, Sungguh aneh engkau, ya ibnu Khaththab, apa yang engkau inginkan tidak bisa dibantah, bagaimana jika seandainya engkau diperlakukan istri sebagaimana Rasulullah sampai semalaman beliau marah?’ Lalu Umar mengonfirmasi kepada Hafshah, Hai Hafshah pernahkah engkau berdebat dengan Rasulullah, sehingga ia marah semalaman?” Lalu Hafshah membenarkan. Umar berkata, Wahai anakku, ketahuilah, aku peringatkan kalian tentang siksa Allah dan akibat kemurkaan Rasulullah terhadap kalian!’ Kemudian Umar menuju rumah Ummu Salamah, menanyakan hal yang sama. Dengan sinis Ummu Salamah berkata kepadanya, Bukan main tuan ini, berani-beraninya turut campur terhadap urusan rumah tangga orang lain, sampai-sampai persoalan Rasulullah dengan istri-istrinya.’ Mendengar ucapan Ummu Salamah ini, Bukan main malunya Umar, hingga tidak bisa berkata apa pun. Lalu bergegas meninggalkannya.” HR Muslim. Dalam riwayat lain dari Ibnu Sa’ad. Ummu Salamah berkata, “Camkanlah, kalau ada yang kami katakan kepada Rasulullah itu tidak benar, maka beliaulah yang lebih berhak menanggapinya, dan kalau beliau melarang kami, maka beliaulah yang lebih berhak kami taati daripada Anda.” Dari peristiwa ini bisa diambil pelajaran, bagaimana Rasulullah memberikan ta’dib pendidikan kepada para istrinya. Beliau tidak melarang istrinya mendebatnya, tapi mendiskusikannya dengan baik selama mereka tidak membangkang. Berdiskusi dan Meminta Pendapat Istrinya Semasa hidupnya, Rasulullah biasa berbincang dengan para istri beliau. Bahkan terkadang beliau membahas berbagai persoalan penting dengan mereka. Sesungguhnya Rasulullah hendak memberi pelajaran kepada umat Islam tentang posisi penting yang dimiliki kaum wanita. Ada sebuah peristiwa besar yang selalu kita ingat, yaitu Perjanjian Hudaibiyah. Perintah Allah yang berasal dari wahyu, yang tidak dapat dimungkiri terasa berat bagi Rasulullah dan juga sebagai hantaman bagi para Sahabat, sehingga mereka tidak bersegera menyambut perintah Rasulullah Saw. Ketika melihat para Sahabat enggan memenuhi perintahnya, Rasulullah pun masuk ke dalam tenda beliau dan meminta saran kepada Ummul Mukminîn, Ummu Salamah ra. Beliau menyampaikan pendapatnya dengan penuh hormat, “Wahai Nabiyullah Sebaiknya engkau keluar dan jangan bicara pada siapa pun, tetapi langsung sembelih saja hewan kurbanmu. Setelah itu panggillah orang yang biasa mencukur rambut dan bercukur.” Maka Rasulullah pun melakukannya, tidak lama kemudian para Sahabat yang melihatnya langsung bangkit untuk menyembelih kurban dan kemudian saling bercukur. Akhirnya para Sahabat menyadari ini merupakan wahyu dari Allah SWT. Bersikap Lembut dan Bersenda Gurau dengan Anggota Keluarganya Rasul menyapa istrinya dengan sapaan hangat dan baik. Rasul menyapa Khadijah dengan sebutan “ya habibi” Wahai kekasihku. Begitu juga dengan Aisyah yang disapa dengan “ya humaira'” Wahai wanita yang pipinya kemerahan. Rasulullah berpesan kepada para suami agar tetap bersabar menghadapi sikap para wanita yang kurang disukai. “Janganlah marah laki-laki muslim/suami kepada seorang wanita muslimah istri. Jika tidak menyukai perangai darinya, maka sukailah perangai lainnya.” Banyak pula periwayatan yang menggambarkan Rasulullah bergaul dengan sangat baik kepada keluarganya, bersenda gurau, dan lemah lembut terhadap mereka. Rasulullah sering kali bercakap-cakap sebentar dengan keluarganya selepas salat Isya, sebelum beliau tidur dengan percakapan yang menyenangkan. Mengajak para Istrinya Berperang Seperti biasanya, sebelum berangkat perang, Rasulullah mengundi istrinya yang akan menyertainya berperang. Aisyah ra. berkata, “Apabila Rasulullah Saw. hendak bepergian, beliau mengundi istri-istrinya, dan siapa pun yang keluar bagiannya, maka beliau keluar bersamanya. Pernah dalam suatu peperangan, beliau mengundi di antara kami, dan yang keluar adalah bagianku. Maka aku pun keluar bersama Rasulullah Saw.” Mutaffaq Alaih Semasa itu, kepergian Rasulullah biasanya adalah untuk urusan perang atau pembebasan suatu wilayah yang telah ditaklukkan. Setelah diangkat menjadi Rasul, beliau hanya sedikit sekali bepergian untuk urusan perdagangan. Khatimah Demikian sekelumit kehidupan pernikahan Rasulullah Saw., sebuah kehidupan pernikahan yang penuh dengan kecintaan dan kasih sayang, saling memberikan ketenangan dan ketenteraman yang satu dengan yang lainnya. Rasulullah sebagai suami tidak bertindak otoriter terhadap istri-istrinya, tetapi mempergaulinya dengan makruf. Demikian pula terhadap seluruh anggota keluarganya. Ini semua menjadi teladan bagi kita semua, semoga Allah memberikan kemudahan bagi kita untuk selalu berupaya dan mampu meneladani Rasulullah Saw. dalam segala hal, termasuk dalam kehidupan berumah tangga, sebagai bukti kecintaan kepada Allah dan Rasul-Nya. Aamiin. Wallahu a’lam bishshawwab. [MNews/Juan-Gz] Facebook Notice for EU! You need to login to view and post FB Comments!
Lagu tugas apakah yang diberikan pada umat kristen? Jadi, konsep keluarga sakinah yang ditopang dengan . Kehidupan keluarga yang sesuai dengan apa yang dikehendaki oleh tuhan. Kata 'bersyukur' di dalam alkitab dituliskan sebanyak 59 kali. Keluarga sebagai manifestasi kerajaan allah ditandai. Apa yang dikehendaki allah dalam keluarga.
Tanggung Jawab Orang Tua Tanggung jawab apa yang suami dan istri tanggung bersama dalam membesarkan anak-anak mereka? Setiap orang memiliki kedudukan yang penting dalam keluarganya. Melalui para nabi Tuhan telah menjelaskan bagaimana hendaknya perilaku dan perasaan para ayah, ibu, dan anak terhadap satu sama lain. Sebagai suami, istri, dan anak, kita perlu mempelajari apa yang Tuhan harapkan untuk kita lakukan untuk memenuhi tujuan kita sebagai sebuah keluarga. Jika kita semua melakukan bagian kita, kita akan dipersatukan secara kekal. Dalam tanggung jawab kudus peran sebagai orang tua, “para ayah dan ibu berkewajiban untuk saling membantu sebagai pasangan yang setara” “Keluarga Pernyataan kepada Dunia,” Liahona, Oktober 2004, 49. Mereka hendaknya bekerja bersama untuk memenuhi kebutuhan rohani, emosi, intelektual, dan jasmani keluarga. Beberapa tanggung jawab haruslah dipikul bersama oleh suami dan istri. Orang tua hendaknya mengajarkan Injil kepada anak-anak mereka. Tuhan memperingatkan bahwa jika orang tua tidak mengajari anak-anak mereka tentang iman, pertobatan, pembaptisan, dan karunia Roh Kudus, dosa akan dipikulkan ke atas kepala orang tua. Orang tua hendaknya juga mengajari anak-anak mereka untuk berdoa dan untuk mematuhi perintah-perintah Tuhan lihat A&P 6825, 28. Salah satu cara terbaik orang tua dapat mengajari anak-anak mereka adalah melalui teladan. Suami dan istri hendaknya memperlihatkan kasih dan rasa hormat terhadap satu sama lain dan terhadap anak-anak mereka melalui baik tindakan maupun perkataan. Adalah penting untuk mengingat bahwa setiap anggota keluarga adalah anak Allah. Orang tua hendaknya memperlakukan anak-anak mereka dengan kasih dan hormat, bersikap tegas namun baik hati terhadap mereka. Orang tua hendaknya memahami bahwa kadang-kadang anak-anak akan membuat pilihan yang salah bahkan setelah mereka diajari kebenaran. Ketika hal ini terjadi, orang tua hendaknya tidak menyerah. Mereka hendaknya terus mengajari anak-anak mereka, menyatakan kasih bagi mereka, menjadi teladan yang baik bagi mereka, serta berpuasa dan berdoa bagi mereka. Kitab Mormon memberi tahu kita bagaimana doa-doa seorang ayah menolong putranya, yang pemberontak, kembali ke jalan Tuhan. Alma yang Muda telah menjauh dari ajaran-ajaran ayahnya yang saleh, Alma, dan berusaha untuk menghancurkan Gereja. Sang ayah berdoa dengan iman bagi putranya. Alma yang Muda dikunjungi oleh seorang malaikat dan bertobat dari jalan hidupnya yang sesat. Dia menjadi seorang pemimpin Gereja yang hebat lihat Mosia 278–32. Orang tua dapat menyediakan suasana kekhidmatan dan rasa hormat dalam rumah jika mereka mengajari dan membimbing anak-anak mereka dalam kasih. Orang tua hendaknya juga menyediakan pengalaman-pengalaman yang bahagia bagi anak-anak mereka. Bagaimana para suami dan istri dapat saling mendukung dalam peranan mereka? Ke mana para orang tua tunggal dapat berpaling meminta bantuan? Tanggung Jawab Ayah Apa teladan positif yang telah Anda lihat dari para ayah yang membesarkan anak-anak mereka? “Berdasarkan rancangan ilahi, para ayah hendaknya memimpin keluarga mereka dengan kasih dan kebenaran, serta bertanggung jawab untuk menyediakan kebutuhan hidup dan perlindungan bagi keluarganya” Liahona, Oktober 2004, 49. Seorang ayah yang layak yang adalah anggota Gereja memiliki kesempatan untuk memegang imamat, yang menjadikannya pemimpin keimamatan keluarganya. Dia hendaknya membimbing keluarganya dalam kerendahan hati dan kebaikan alih-alih dengan paksaan atau kekejaman. Tulisan suci mengajarkan bahwa mereka yang memegang imamat hendaknya memimpin orang lain melalui bujukan, kelembutan, kasih, dan kebaikan hati lihat A&P 12141–44; Efesus 64. Ayah berbagi berkat-berkat keimamatan dengan anggota keluarganya. Ketika seorang pria memegang Imamat Melkisedek, dia dapat berbagi berkat-berkat ini dengan melayani yang sakit dan memberikan berkat-berkat imamat yang khusus. Di bawah arahan seorang pemimpin imamat ketua, dia dapat memberkati bayi, membaptis, menetapkan, serta melaksanakan tata cara keimamatan. Dia hendaknya memberikan teladan yang baik bagi keluarganya dengan menaati perintah-perintah. Dia hendaknya juga memastikan keluarga berdoa bersama dua kali sehari dan mengadakan malam keluarga. Ayah hendaknya meluangkan waktu dengan setiap anak secara individu. Dia hendaknya mengajari anak-anaknya asas-asas yang benar, berbicara dengan mereka mengenai masalah dan keprihatinan mereka, serta menasihati mereka dengan penuh kasih. Beberapa teladan yang baik ditemukan dalam Kitab Mormon lihat 2 Nefi 114–325; Alma 36–42. Adalah juga tugas ayah untuk menyediakan kebutuhan jasmani keluarganya, dengan memastikan mereka memiliki makanan, tempat tinggal, pakaian, dan pendidikan yang dibutuhkan. Bahkan jika dia sendiri tidak dapat menyediakan semua kebutuhan itu, dia tidak boleh mengalihkan tanggung jawab atas pemeliharaan keluarganya. Tanggung Jawab Ibu Apa teladan positif yang telah Anda lihat dari para ibu yang membesarkan anak-anak mereka? Presiden David O. McKay mengatakan bahwa peran sebagai ibu adalah pemanggilan yang paling mulia lihat Ajaran-Ajaran Presiden Gereja David O. McKay [2003], 186. Itu merupakan sebuah pemanggilan sakral, suatu kerekanan dengan Allah dalam mendatangkan anak-anak roh-Nya ke dalam dunia. Melahirkan anak-anak merupakan salah satu yang terbesar dari semua berkat. Jika tidak ada seorang ayah di rumah, ibulah yang memimpin keluarga tersebut. Presiden Boyd K. Packer memuji para wanita yang tidak dapat memiliki anak-anak mereka sendiri namun berusaha untuk merawat orang lain. Dia mengatakan “Ketika saya berbicara tentang para ibu, saya berbicara bukan hanya tentang para wanita yang telah melahirkan anak-anak, namun juga tentang mereka yang telah mengasuh anak-anak yang dilahirkan orang lain, dan tentang banyak wanita yang, tanpa memiliki anak mereka sendiri, telah menjadi ibu bagi anak-anak orang lain” Mothers [1977], 8. Para nabi zaman akhir telah mengajarkan, “Para ibu terutama bertanggung jawab untuk mengasuh anak-anak mereka” Liahona, Oktober 2004, 49. Seorang ibu perlu meluangkan waktu bersama anak-anaknya dan mengajari mereka Injil. Dia hendaknya bermain dan bekerja bersama mereka agar mereka dapat menyingkapkan dunia di sekitar mereka. Dia juga perlu membantu keluarganya tahu bagaimana menjadikan rumah sebuah tempat yang menyenangkan. Jika dia hangat dan penuh kasih, dia menolong anak-anaknya merasa baik mengenai diri mereka sendiri. Kitab Mormon menjabarkan tentang sebuah kelompok yang terdiri dari remaja putra yang bangkit menjadi hebat karena ajaran ibu mereka lihat Alma 5316–23. Dipimpin oleh Nabi Helaman, mereka pergi berperang melawan musuh mereka. Mereka telah belajar untuk menjadi jujur, berani, dan dapat dipercaya dari ibu mereka. Ibu mereka juga mengajarkan kepada mereka bahwa jika mereka tidak ragu, Allah akan membebaskan mereka lihat Alma 5647. Mereka semua selamat dalam peperangan. Mereka mengungkapkan iman pada ajaran-ajaran ibu mereka, dengan mengatakan, “Kita tidak meragu-ragukan, dan ibu kita mengetahuinya” Alma 5648. Setiap ibu yang memiliki kesaksian dapat memiliki dampak yang besar terhadap anak-anaknya. Tanggung Jawab Anak-Anak Bagaimana anak-anak menolong orang tua mereka membangun sebuah rumah tangga yang bahagia? Anak-anak berbagi dengan orang tua mereka tanggung jawab dalam membangun sebuah rumah tangga yang bahagia. Mereka hendaknya mematuhi perintah-perintah dan bekerja sama dengan anggota keluarga lainnya. Tuhan tidak senang ketika anak-anak bertengkar lihat Mosia 414. Tuhan telah memerintahkan anak-anak untuk menghormati orang tua mereka. Dia berfirman, “Hormatilah ayahmu dan ibumu, supaya lanjut umurmu di tanah yang diberikan Tuhan, Allahmu, kepadamu” Keluaran 2012. Menghormati orang tua artinya mengasihi dan menghargai mereka. Itu juga berarti mematuhi mereka. Tulisan suci memberi tahu anak-anak untuk “[menaati] orang tuamu di dalam Tuhan, karena haruslah demikian” Efesus 61. Presiden Spencer W. Kimball mengatakan bahwa anak-anak hendaknya belajar untuk bekerja dan berbagi tanggung jawab di rumah dan di kebun. Mereka hendaknya diberi tugas untuk menjaga rumah rapi dan bersih lihat Ajaran-Ajaran Presiden Gereja Spencer W. Kimball [2006], 146. Apa yang hendaknya anak-anak lakukan untuk menghormati dan menghargai orang tua mereka? Apa yang orang tua Anda lakukan yang menuntun Anda untuk menghormati dan menghargai mereka? Menerima Tanggung Jawab Mendatangkan Berkat Apa yang dapat setiap anggota keluarga lakukan untuk menjadikan rumah sebuah tempat yang bahagia? Sebuah keluarga yang penuh kasih dan bahagia tidak terjadi secara kebetulan. Setiap orang dalam keluarga itu haruslah melakukan bagiannya. Tuhan telah memberi tanggung jawab baik kepada orang tua maupun anak-anak. Tulisan suci mengajarkan bahwa kita harus bijaksana, gembira, dan bertimbang rasa terhadap orang lain. Ketika kita berbicara, berdoa, menyanyi, atau bekerja bersama, kita dapat menikmati berkat-berkat keharmonisan dalam keluarga kita lihat Kolose 3. Apa beberapa tradisi dan praktik yang dapat menjadikan rumah sebuah tempat yang bahagia? Tulisan Suci Tambahan dan Sumber Lainnya Amsal 226 didiklah anak Efesus 61–3 anak-anak harus mematuhi orang tua A&P 6825–28; Efesus 64 tanggung jawab orang tua “Keluarga Pernyataan kepada Dunia,” tersedia di dan di banyak terbitan Gereja, termasuk Liahona, Oktober 2004, hlm. 49; Untuk Kekuatan Remaja [nomor bahan 36550 299], hlm. 44; dan Teguh pada Iman [nomor bahan 36863 299], hlm. 76–77 Buku Penuntun Keluarga nomor bahan 31180 299
Artinya Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.
Tanya Jawab – Apakah Anda sedang mencari jawaban dari Jelaskan Apa yang Dikehendaki Allah Dalam Keluarga? Di bawah ini adalah jawaban dari team di himpun dari beberapa sumber. Semoga dapat membantu teman-teman dalam mengerjakan tugasnya dengan benar. Siapapun dimanapun anda berada, anda dapat memberikan jawaban yang lebih tepat di kolom komentar jika jawaban dari kami kurang memuaskan. Kunjungi Desain Keren Jelaskan Apa yang Dikehendaki Allah Dalam Keluarga? Jika jawaban di bawah ini belum tepat silahkan memberikan pendapat dan jawabanmu di kolom komentar ya. Kami sangat menghargai pendapat dan masukan para ahli. Terima Kasih Semoga Bermanfaat. Jawaban dari Jelaskan Apa yang Dikehendaki Allah Dalam Keluarga Adalah Jawaban yang benar dari pertanyaan “Jelaskan Apa yang Dikehendaki Allah Dalam Keluarga?” adalah Allah menghendaki sebuah keluarga yang mendasarkan diri pada ajaran agama. Istri tunduk kepada suami dan membantu suami dalam mendidik serta membesarkan anak yang merupakan titipan dari Allah. Suami menjaga, melindungi serta bertanggung jawab atas keluarga. Anak harus menghormati dan taat kepada orang tua. Pertanyaan terkaitapa yang dimaksud dengan, apa yang dimaksud dengan google form, apa yang dimaksud dengan problem solving, apa yang dimaksud dengan domain kodomain dan range, apa yang dimaksud dengan website atau situs di internet, apa yang dimaksud dengan lan wan intranet dan internet, apa yang dimaksud dengan ide bisnis, apa yang dimaksud dengan internet lokal telkomsel, apa yang dimaksud dengan internet vaganza, apa yang dimaksud dengan paket internet lokal, apa yang dimaksud dengan emisi gas rumah kaca, apa yang dimaksud dengan lipstik matte, apa yang dimaksud dengan pin konveksi, jelaskan apa yang dimaksud dengan internet banking, apa yang dimaksud dengan printer laser, apa yang dimaksud dengan istilah internet, apa yang dimaksud dengan infeksi saluran kemih, sebutkan 4 kitab yang di turunkan allah swt, sebutkan 4 kitab yang diturunkan allah swt, jelaskan pengertian iman kepada kitab kitab allah, kitab injil diturunkan kepada nabi,gambar keren, gambar keren 3d, gambar keren untuk profil wa, gambar keren untuk wallpaper, gambar keren hd, gambar keren kartun, gambar gambar keren, download gambar keren, gambar keren ff, gambar keren anime, gambar keren simple, gambar keren hitam putih, wallpaper gambar keren, anime gambar keren, gambar keren wa, gambar keren dan menarik, gambar keren terbaru, foto gambar keren, gambar keren wallpaper, gambar keren 2020, gambar keren 3d bergerak untuk wallpaper, sketsa gambar keren, gambar keren 3d bergerak, gambar keren bgt, gambar keren 2021, gambar keren 3d kartun, poto gambar keren, gambar keren 3d hitam putih, gambar keren hacker smoke, gambar keren buat wallpaper, gambar keren pensil, gambar keren free fire, logo gambar keren, gambar keren naruto, stiker gambar keren, gambar keren 3d terbaru, motif gambar keren untuk baju kelulusan, gambar keren 3d bergerak untuk wallpaper wa, gambar keren mudah, gambar keren pemandangan, gambar keren di tembok kamar, gambar keren 3d untuk profil wa, gambar keren dan mudah, gambar keren sekali, Shopee Affiliate Program, Shopee Affiliate Program Adalah, Shopee Affiliate Program Login, Daftar Shopee Affiliate Program, Cara Daftar Shopee Affiliate Program, Apa Itu Shopee Affiliate Program, Shopee Affiliate Program Daftar, Shopee Affiliate Program Indonesia, Syarat Shopee Affiliate Program, Cara Mendaftar Shopee Affiliate Program, Login Shopee Affiliate Program, Cara Shopee Affiliate Program, Shopee Affiliate Program 2020, Shopee Affiliate Program Itu Apa, Cara Kerja Shopee Affiliate Program, Apa Itu Shopee Affiliate Program Indonesia, Cara Mendaftar Shopee Affiliate Program Auto Diterima, Shopee Affiliate Program Link, Link Shopee Affiliate Program, Shopee Affiliate Program Dashboard, Shopee Affiliate Program Komisi, Apa Shopee Affiliate Program, Shopee Affiliate Program Tipe Kemitraan, Shopee Affiliate Program Ambassador, Gaji Shopee Affiliate Program, Shopee Affiliate Program Cara Kerja, Shopee Affiliate Program Review, Apa Sih Shopee Affiliate Program, Shopee Affiliate Program Ph, Shopee Affiliate Program Philippines, Shopee Affiliate Program Malaysia, Shopee Affiliate Program Web, Shopee Affiliate Program Singapore, Cara Daftar Shopee Affiliate Program Terbaru, Shopee Affiliate Program Penipuan, Panduan Lengkap Shopee Affiliate Program, Shopee Affiliate Program Dibekukan, Shopee Affiliate Program Apa, Syarat Shopee Affiliate Program Adalah, Shopee Affiliate Program Thailand, Shopee Affiliate Program Pdf, Shopee Affiliate Program Seller, Shopee Affiliate Program Syarat, Cara Kerja Di Shopee Affiliate Program, Shopee Affiliate Program Penjual, Syarat Shopee Affiliate Program 2021, Cara Menggunakan Shopee Affiliate Program, Shopee Affiliate Program Indonesia Adalah, gambar keren 3d untuk wallpaper, download gambar gambar keren gratis, gambar keren spongebob, gambar keren mudah ditiru, spongebob squarepants gambar keren, gambar keren untuk wallpaper hp, gambar keren png, mentahan gambar keren, download gambar keren 3d, kaos gambar keren, desain gambar keren, gambar keren banget, gambar keren grafiti, gambar keren di tembok, tulisan gambar keren, gambar keren tengkorak, gambar keren ml, gambar keren tato, gambar keren di tembok kamar simple, gambar keren animasi, gambar keren simple dan mudah, gambar keren untuk profil, gambar keren buat profil, gambar keren untuk profil mobile legend, pixabay gambar keren, gambar keren terbaru 2018, contoh gambar keren, gambar keren doraemon, gambar keren mobile legends, gambar keren sasuke, gambar keren simple hitam putih, gambar keren mobile legend, gambar keren untuk di gambar, gambar keren yang mudah digambar, gambar keren untuk dinding kamar, gambar keren tapi mudah, gambar keren mobile legend 3d, walpaper gambar keren, gambar keren dan simpel, gambar keren mobile legend hd, gambar keren untuk wa, gambar keren lucu, gambar keren hitam putih simple, gambar gambar keren 2020, gambar keren hacker, kumpulan gambar keren, gambar keren buat kamar, gambar keren untuk profil wa perempuan, gambar keren pensil mudah, hitam putih gambar keren, cara gambar keren, gambar keren wanita, gambar jorok jadi gambar keren, gambar keren untuk baju kelulusan, gambar keren tapi simple, gambar keren hd kartun, gambar keren one piece, bingkai gambar keren, grafiti gambar keren, gambar keren untuk kamar, gambar keren buat editor, gambar keren kata kata, gambar keren buat baju kelulusan, gambar gambar keren 3d, gambar keren perempuan, gambar keren anak muda, gambar keren di buku tulis, gambar keren editan, gambar keren untuk foto profil, gambar keren 4d, sketsa gambar keren simple, gambar keren dari pulpen, gambar keren pubg hd, gambar keren editor, gambar keren untuk baju, gambar keren pubg 3d, gambar keren persija, gambar keren hd anime, gambar keren naga, gambar keren hitam putih 3d, gambar keren buat edit video, gambar keren pubg, gambar keren instagram, gambar keren wallpaper wa, gambar keren dari pensil, gambar keren pake pensil, gambar keren di dinding kamar, gambar keren persib, gambar keren di buku gambar, gambar keren orang, gambar keren 3d ff, gambar keren joker, gambar keren abis, gambar keren keren, gambar keren islami, gambar keren untuk case hp, gambar keren 2017 3d, gambar keren naruto sasuke, gambar keren baju kelulusan, gambar keren di dinding, gambar keren jepang, gambar keren untuk wallpaper wa, gambar keren warna hitam, gambar keren untuk sablon kaos, gambar keren naruto dan sasuke, wallpaper gambar keren 3d, gambar keren 2020 3d, gambar keren itachi, gambar keren black, gambar keren anime naruto, gambar keren sedih, tato gambar keren, gambar keren unik, animasi gambar keren, gambar keren wallpaper hp, gambar keren psht, gambar keren buat wallpaper hp, download gambar gambar keren bergerak, gambar keren persebaya, gambar keren buat foto profil wa, gambar keren simple di tembok, gambar keren anonymous, gambar keren bergerak untuk wallpaper, gambar keren anime 3d, gambar keren untuk profil ml, gambar keren jaman sekarang, gambar keren mudah dibuat, gambar keren buat status wa, gambar keren di sandal swallow, gambar keren hd 3d, gambar keren logo, gambar keren bunga, gambar keren kekinian, gambar keren untuk keyboard, gambar keren 3 dimensi, gambar keren samurai, gambar keren pubg mobile, gambar keren yang mudah ditiru, gambar keren tulisan, gambar keren minion, gambar keren untuk menggambar, kata kata gambar keren, gambar keren mobil, gambar keren pake pulpen, gambar keren buat profil fb, gambar keren islam, download gambar keren ff, gambar keren 3d 2020, gambar gambar keren untuk wallpaper, gambar keren 2019, gambar keren untuk edit video, gambar keren sekali 2020, gambar keren romantis, gambar keren bergerak, gambar keren di baju, gambar keren mikey, gambar keren buat wa, download gambar keren anime, gambar keren untuk edit video, gambar keren polosan, gambar keren 2020 terbaru, gambar keren panda, gambar keren pinterest, gambar keren di kamar, gambar keren buat foto profil, gambar keren korea, gambar keren dan lucu, gambar keren di buku, gambar keren hewan, ok google gambar keren, gambar keren untuk profil wa wanita, download gambar keren 2019, gambar keren 3d 2019, gambar keren dan bagus, gambar keren tanpa warna, gambar keren tato di tangan, gambar keren untuk profil fb, latar belakang gambar keren, gambar keren motor, skotlet gambar keren, gambar keren untuk logo, gambar keren buat di tembok kamar, gambar keren pemandangan alam, gambar keren love, gambar keren cinta, gambar keren untuk hiasan dinding kamar, gambar keren abstrak, gambar keren spiderman, gambar keren dan unik, gambar keren buat stiker, gambar keren distro, gambar keren sepak bola, gambar keren alan walker, gambar keren bagus, download gambar keren hd, gambar keren vektor, gambar keren sandal swallow, gambar keren 3d wallpaper, download gambar keren wallpaper, gambar keren api, gambar keren 3d pemandangan, gambar keren sedunia, kaos hitam gambar keren, gambar keren full hd, gambar keren kartun 3d, gambar keren nama, gambar keren ff 2020, editan gambar keren, gambar keren barcelona, gambar keren muslim, gambar keren banget ff, edit gambar keren, gambar keren banget buat wallpaper, gambar keren warna kuning, gambar gambar keren ff, editor gambar keren, softcase gambar keren, gambar keren download, aplikasi gambar keren, gambar keren sablon kaos, gambar keren metal, unduh gambar keren, gambar keren galau, gambar keren hd wallpaper, download gambar gambar keren, gambar keren pemain bola, download gambar keren 3d bergerak, gambar keren 2018 terbaru, gambar keren buat tato di tangan, gambar keren kata kata bijak, gambar keren di dunia, gambar keren di cafe, gambar keren monster, gambar keren foto profil, dp gambar keren, gambar keren terbaru 2019, gambar keren untuk sampul facebook, gambar keren untuk dp bbm, gambar keren wanita berhijab, gambar keren laki laki, gambar keren buat kaos, desain gambar keren untuk kaos, gambar keren buat sablon, gambar keren untuk kaos, kaos putih gambar keren, gambar keren stik ps, kumpulan gambar gambar keren, gambar gambar keren terbaru, gambar keren indonesia, gambar keren untuk fb, gambar keren untuk background, gambar gambar keren buat wallpaper, gambar keren untuk foto sampul fb, gambar keren sepakbola, gambar keren tumblr, gambar keren buat foto profil facebook, gambar keren naruto 3d, gambar keren 2018, gambar keren buat wallpaper wa, gambar keren gaul, gambar keren alam, gambar keren motivasi, gambar keren buat sampul facebook, gambar keren 3d pensil, gambar keren gif, gambar keren dengan kata kata, gambar keren doraemon zombie, gambar keren untuk sampul fb, cara membuat gambar keren, gambar keren buat foto profil fb, gambar keren sampul fb, gambar keren buat sampul fb, gambar keren gitar, gambar keren racing, gambar keren 3d graffiti, gambar keren reggae, gambar keren jokowi, gambar keren tni, gambar keren 2018 wallpaper, png gambar keren, gambar keren tapi lucu, gambar keren 3d di tembok, gambar keren ronaldo, gambar keren cr7, gambar keren ninja samurai, gambar keren untuk sandal swallow, koleksi gambar keren, gambar keren untuk foto profil facebook, gambar keren untuk wallpaper laptop, gambar keren kata2, video gambar keren, download gambar keren untuk wallpaper, cari gambar keren, gambar keren dan gaul, situs gambar keren, gambar keren untuk power point, gambar keren case hp, gambar keren ff season 1, gambar keren art, gambar keren profil fb, gambar keren dp bbm, gambar keren liverpool, gambar keren foto sampul, gambar keren fotografer, gambar keren one piece 3d, gambar keren kemerdekaan, gambar keren kartu remi, download gambar keren bergerak, efek gambar keren, download gambar keren terbaru, gambar keren juventus, gambar keren coc, gambar keren buat dp, gambar keren real madrid, baju sablon gambar keren, gambar keren buat jaket levis, gambar keren buat foto sampul, gambar keren motor rx king, gambar keren idul fitri, gambar keren fb, gambar keren dan menarik untuk wallpaper, gambar keren gokil, gambar keren vespa, gambar keren sepatu, gambar keren ramadhan, gambar keren foto profil fb, gambar keren wallpaper 3d, gambar keren untuk sablon, gambar keren anak gaul, gambar keren neymar, gambar keren manchester united, download gambar keren buat wallpaper, gambar keren resolusi tinggi, gambar keren untuk wallpaper android, gambar keren untuk foto profil fb, tulisan berbentuk gambar keren, gambar keren untuk hp, gambar keren dp, gambar keren gerak, hoodie gambar keren, gambar keren di tembok kamar tidur, aplikasi edit gambar keren, gambar keren mu, gambar keren banget 2018, gambar keren zilong, perang gambar keren, gambar keren motor drag, gambar keren jawa, gambar keren untuk garskin, gambar keren iron man, gambar keren android, gambar gambar keren dan gaul, gambar keren buat fb, lihat gambar keren, gambar keren untuk garskin hp, gambar keren kaos, gambar keren futsal, foto dan gambar keren, gambar keren buat garskin, gambar keren rasta, gambar keren masa kini, gambar keren kreatif, kumpulan gambar keren untuk wallpaper, gambar keren cristiano ronaldo, gambar keren valentino rossi, gambar keren sablon baju, gambar keren emo, kumpulan gambar keren untuk profil wa, gambar keren buat sablon kaos, gambar keren 17 agustus 2018, gambar keren 2018 hd, gambar keren boboiboy, gambar keren buat sampul, gambar keren 2017, dp bbm gambar keren, gambar keren tentang cinta, gambar keren untuk sampul, gambar keren untuk wallpaper iphone, download gambar keren untuk android, gambar gambar keren abis, gambar keren taekwondo, download gambar keren banget, gambar keren untuk laptop, kaos distro gambar keren, download gambar keren mobile legends, gambar keren naruto dan kurama, galeri gambar keren, gambar keren terbaru 2017, baju gambar keren, gambar keren garskin, gambar gambar keren lucu, download gambar keren full hd, gudang gambar keren, gambar keren lukisan, download gambar keren png, download gambar keren gratis, gambar keren baju distro, gambar keren emoji, gambar keren buat topi, gambar keren 17 agustus, gambar keren garuda indonesia, gambar keren jomblo, membuat gambar keren, gambar keren kualitas hd, gambar keren baru, gambar keren untuk bbm, gambar keren untuk desktop, desain kaos gambar keren, website gambar keren, gambar keren superman is dead, gambar keren buat dp bbm, gambar keren 2016, download gambar keren 2017, gambar keren valentine day, gambar keren untuk facebook, download gambar keren 2018, gambar keren untuk desain baju, gambar keren bbm, gambar keren hd pubg, aplikasi download gambar keren, gambar keren facebook, gambar keren viking, gambar keren vino g bastian, kumpulan gambar keren terbaru, gambar keren chelsea fc, download gambar keren dan lucu, gambar gambar keren anime, gambar keren buat bbm, gambar keren arema, gambar keren menarik, gambar keren untuk foto sampul, gambar keren naruto vs sasuke, gambar keren yang gampang digambar, gambar keren untuk quotes polosan, gambar keren orang bertato, gambar keren 86, gambar keren untuk profil instagram, gambar keren jaman now, gambar keren orang merokok, gambar keren evos, gambar keren anime laki laki, gambar keren untuk profil wa kapelan, gambar keren untuk profil wa hd, animasi gambar keren bergerak, gambar keren joker kartun, gambar keren naruto di kertas, gambar keren pixellab, gambar keren merokok, gambar keren buat quotes, gambar keren cool, gambar keren alam hdi, membuat gambar keren online, gambar keren ff 2021, gambar keren ff anime, gambar keren ff alok
Maryammenjawab: “Makanan itu dari sisi Allah”. Sesungguhnya Allah memberi rezeki kepada siapa yang dikehendaki-Nya tanpa hisab.” (QS. Ali Imran: 37) “Hai orang-orang yang beriman, makanlah di antara rezki yang baik-baik yang Kami berikan kepadamu dan bersyukurlah kepada Allah, jika benar-benar kepada-Nya kamu menyembah.” (QS.
Agama Katolik Pada kesempatan kali ini admin akan membagikan pengertian keluarga, fungsi keluarga, peran Allah dalam kehidupan keluarga, Allah dan keluargaku, melibatkan Tuhan dalam kehidupan keluarga dalam mata pelajaran agama Kristen kelas XI revisi terbaru. Semoga apa yang admin bagikan kali ini dapat membantu anak didik dalam mencari referensi tentang pengertian keluarga, fungsi keluarga, peran Allah dalam kehidupan keluarga, Allah dan keluargaku, melibatkan Tuhan dalam kehidupan keluarga dalam mata pelajaran agama Pengertian KeluargaBanyak defenisi yang berbeda tentang keluarga. Meskipun demikian, terdapat kesamaan dalam rumusan yang berbeda tersebut dan merupakan ciri-ciri pokok, yakniKeluarga merupakan kelompok atau persekutuan sosial yang paling terbentuk apabila ada ikatan darah, perkawinan atau merupakan suatu persekutuan yang berawal dari dua orang yang berbeda jenis masyarakat dapat ditemukan bahwa keluarga terdiri atas dua bentuk, yaitu keluarga batih dan keluarga batih nuclear family, conjugal family, basic family, yaitu kelompok yang terdiri dari ayah, ibu, dan besar extended family, consanguine family, yaitu keluarga batih ditambah kerabat lain yang memiliki hubungan erat hubungan darah dan senantiasa dipertahankan, misalnya kakek, nenek, paman, bibi, sepupu, kemenakan, dan Fungsi KeluargaTahukah kamu bahwa setiap anggota keluarga mempunyai tugas yang harus dilakukan? Apa tugas kamu sebagai seorang anak? Apa tugas orang tuamu?Setelah sebuah keluarga terbentuk, anggota keluarga memiliki tugas masing- masing. Suatu pekerjaan yang harus dilakukan dalam kehidupan keluarga inilah yang disebut sebagai fungsi. Adapun fungsi keluarga menurut para sosiolog adalah sebagai biologis yang berkaitan dengan pemenuhan yang bersifat biologi, misalnya makan untuk memenuhi kebutuhan gizi keluarga, serta memelihara dan merawat anggota keluarga secara sosialisasi yang berhubungan dengan pembentukan kepribadian afeksi yang berhubungan dengan kasih sayang, keintiman, perhatian dan rasa aman yang tercipta dalam edukatif yang berkaitan dengan mendidik anak dan menyekolahkan religius yang mendorong dikembangkannya anggota keluarga menjadi insan-insan agama yang penuh ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha protektif yang memberikan tempat yang nyaman bagi anggota keluarga dan memberikan perlindungan secara fisik, ekonomis maupun rekreatif dengan tujuan untuk mencari hiburan, memberikan suasana yang segar dan gembira dalam lingkungan ekonomis yang berkaitan dengan orang tua yang mencari sumber-sumber penghasilan untuk memenuhi kebutuhan keluarga, dan pengaturan penggunaan penghasilan keluarga untuk memenuhi kebutuhan status sosial yakni kedudukan atau status yang diwariskan kepada anak- fungsi keluarga yang sudah diuraikan di atas, menurut iman Kristen keluarga yang dipaparkan dalam Alkitab adalahSebagai teman sekerja Allah dalam mengelola alam semesta dan segala isinya Kejadian 128. Setiap manusia, termasuk keluarga bertanggung jawab untuk menjaga kelestarian alam, misalnya dengan memanfaatkan hasil alam untuk memenuhi kebutuhan manusia dengan secukupnya, menjaga kebersihan dan keindahan alam, ramah terhadap lingkungan, dan lembaga pendidik utama dan pertama Ulangan 64-9. Yang pertama berarti belum ada lembaga lain yang dapat mendahului peran keluarga dalam pendidikan. Yang utama berarti belum ada lembaga lain yang mengungguli perannya dalam pendidikan. Dengan kata lain, keluarga menjadi lingkungan dasar penerapan nilai-nilai kehidupan sesuai dengan ajaran wadah kepada semua anggota keluarga dalam mengekspresikan kasih, kesetiaan dan sikap saling menghormati Efesus 522-23; 61-3. Setiap anggota keluarga menciptakan lingkungan dalam keluarga yang harmonis dengan menghayati dan melakukan ajaran-ajaran Kristiani sehingga dapat terpancar dalam lingkungan masyarakat yang lebih Peran Allah dalam Kehidupan KeluargaTuhan adalah Oknum pembentuk sebuah keluarga. Tuhan menciptakan manusia sepasang yakni laki-laki dan perempuan Kejadian 221-25. Manusia diciptakan berbeda tetapi satu kesatuan. Artinya, manusia diciptakan dalam dua jenis kelamin. Dalam perbedaan itu manusia menjadi satu persekutuan yang luar biasa karena saling membutuhkan, saling mendukung, saling memberikan daya tarik yang luar biasa dalam diri sebagai laki-laki dan perempuan sehingga mempunyai rasa suka yang membuat mereka bertemu dan mengikat diri. Itulah cikal bakal manusia membangun keluarga. Terdapat tiga landasan dalam membangun keluarga Kristen atau pernikahan Kristen menurut firman Allah yang terdapat dalam Kejadian 2 Allah dan KeluargakuAnak mempunyai dua dimensi kehidupan yang sedang dan akan dijalani. Tahukah kamu apa sajakah itu? Di satu sisi, anak yang berkembang menjadi remaja berada dalam posisi sebagai salah satu anggota keluarga. Di sisi yang lain, kelak ia akan membentuk keluarga baru pada masa yang akan datang. Oleh karena itu, kamu perlu disiapkan sejak dini melalui berbagai pengalaman yang diturunkan dalam keluarga kamu bahwa keadaan keluarga pada masa kini di lingkungan tempat kita berada terdapat banyak masalah dan pergumulan yang dihadapi? Angka perceraian yang terus meningkat, banyaknya kasus perselingkuhan, banyaknya anak dan remaja yang terjerumus dalam jebakan narkoba dan minuman keras karena sendi-sendi keluarga kristiani yang hancur, dan dengan hal tersebut, keluarga Kristen pada masa kini perlu menyadari peranannya dengan cara merefleksikan nilai-nilai kehidupan, baik secara biblis maupun teologis sehingga menjadi perpanjangan peranan Allah dalam kehidupan keluarga Kristen secara sebagai pusat pembentukan kehidupan rohani. Dari keluarga kita mempelajari pola-pola hubungan akrab dengan orang lain, nilai-nilai, ide dan perilaku yang juga didukung oleh sekolah, gereja dan kelompok masyarakat lain yang berperan membentuk jati diri dan kehidupan sebagai tempat bernaung kudus. Maksudnya adalah keluarga merupakan tempat penerimaan, pembinaan, pertumbuhan yang memberdayakan anggota-anggota keluarga untuk berperan serta dalam tindakan kasih dan penyelamatan Allah yang terus yang mencerminkan kasih Allah secara holistik baik fisik, mental/ emosional, sosial, spiritual/rohani kepada para sebagai pencerita yang menceritakan karya-karya Allah di dalam keluarga sebagai kabar Melibatkan Tuhan dalam kehidupan KeluargaDalam keluarga Kristen, ada hal yang khas berkaitan dengan peran Tuhan dalam keluarga. Peran Tuhan melingkupi seluruh aspek kehidupan keluarga maupun pribadi yang meliputi kebutuhan keluarga akan berkat Tuhan, pengampunan serta pembaharuan oleh Berkat TuhanPengertian berkat Tuhan cakupannya sangat luas, bukan hanya sekedar uang atau hal material lainnya. Berkat Tuhan juga meliputi kesehatan, sukacita, damai sejahtera, kemenangan, umur panjang, kebahagiaan, dan sebagainya. Berkat Tuhan dibutuhkan keluarga sebagai bagian dari penyertaan Tuhan seperti yang dijanjikan dalam Alkitab kepada orang-orang yang berkenan kepada-Nya, misalnya Abraham yang diberkati Tuhan dalam segala hal Kejadian 241, Obed-Edom beserta keluarganya diberkati Tuhan karena membiarkan tabut Tuhan tinggal dalam rumah mereka 2 Samuel 611. Berkat Tuhan juga akan diterima oleh keluarga Kristen pada masa kini yang tetap setia berpedoman dan berpegang kepada Tuhan, seperti ucapan berkat yang ditulis dalam Bilangan 6 Pengampunan TuhanTak seorangpun yang hidupnya sempurna di dunia ini. Kita berbuat dosa di dalam pikiran, perkataan maupun perbuatan. Tahukah kamu, karena dosa-dosa kita itu Tuhan Yesus dihukum sampai mati di atas kayu salib? KematianNya merupakan tanda kasih yang sangat besar kepada umat manusia sebagai Tuhan Yang Maha Pengampun Efesus 17. Seperti Tuhan yang mengampuni, kita sebagai orang Kristen harus bisa mengampuni orang yang bersalah kepada adalah sesuatu yang sangat indah, karena selalu membawa kedamaian, keharmonisan, menumbuhkan persekutuan dan hubungan yang baik dengan sesama, sehingga pengampunan ini menjadi salah satu kekhasan keluarga Kristen yang menjadikan Tuhan sebagai pedoman kehidupan keluarga. Bisa dibayangkan jika dalam kehidupan keluarga Kristen, baik antara orang tua dengan anak, maupun antara anak-anak tidak bisa saling mengampuni dan memaafkan, maka yang tumbuh dalam kehidupan keluarga adalah rasa kepahitan, ketidakharmonisan, kebencian yang sama sekali tidak menunjukkan kehadiran Pembaharuan oleh TuhanPembaharuan oleh Tuhan sering disebut juga dalam kekristenan sebagai hidup baru’. Artinya, manusia memulai kehidupan yang lebih baik dan berarti di dalam Kristus. Kristus masuk dan berdiam dalam kehidupan manusia yang baru, yang tidak sama dengan kehidupannya yang lama. Pembaharuan oleh Tuhan dalam keluarga kita akan dirasakan dalam arah dan tujuan kehidupan keluarga yang sesuai dengan apa yang dikehendaki oleh keluarga bukan hanya kepada kehidupan keluarga sendiri, tetapi berpusat hanya kepada Kristus. Seperti dalam Efesus 417-20, kehidupan yang diperbaharui oleh Tuhan bukan lagi kehidupan dengan pikiran yang sia-sia, hidup dalam persekutuan yang jauh dari Allah, hidup dalam kedegilan hati, melainkan kehidupan yang mengerti siapa Allah dan apa yang menjadi kehendakNya dalam hidup keluarga karena itu, dalam kerendahan hati datanglah kepada Tuhan bersama dengan keluarga kamu, mohon Tuhan berkenan hadir dan membaharui kehidupan pribadi dan keluarga setiap hari. Dengan demikian, Tuhan yang menjadi pedoman kehidupan keluarga akan memberi sukacita dan damai sejahtera, sehingga keluarga kamu menjadi berkat dan kesaksian bagi sesama kita.
Oranglain tidak mendapatkan pahala atau dosa karena perbuatan orang lain, kecuali apa yang sudah disebutkan dalam hadits shahih seperti doa anak shalih, amal jariyah dan ilmu yang bermanfaat. Yuk! Menjadi Keluarga Al-Quran [1] Dalam hal ini, Allah ta’ala berfirman dalam banyak ayat di Al-Quran diantaranya:
Apa yang kamu pahami dengan bertumbuh sebagai keluarga Allah? Bertumbuh sebagai keluarga Allah berarti keluarga bertumbuh di dalam Kristus yang mempunyai makna lebih mengenali Dia, lebih mengasihi, dan menaati-Nya. Keluarga Kristen merupakan pusat dan tujuan dari perjanjian Allah, yakni untuk menjadi saksi bagi dunia. Karena itu di dalam anugerah Allah, kita sebagai anggota keluarga Kristen harus melakukan yang terbaik dalam membangun keluarga yang berkenan kepada Allah. Keluarga yang berkenan kepada-Nya adalah keluarga yang berakar, bertumbuh, dan berbuah di dalam Kristus. Seperti pengajaran Tuhan Yesus yang menggambarkan bahwa Allah memiliki tujuan yang jelas bagi setiap manusia ciptaan-Nya termasuk keluarga, yaitu agar umat manusia bertumbuh, lalu menghasilkan buah Yoh. 151-8.Untuk bertumbuh dan menghasilkan buah yang berkualitas, diperlukan akar yang kokoh yang mampu memberikan asupan yang baik bagi pertumbuhan. Mari kita pahami penjelasannya satu per Berakar Berakar menunjuk pada pohon dan tanaman lain yang akarnya tertancap jauh di dalam tanah. Akar berfungsi untuk memungkinkan tanaman bertahan hidup dan untuk memperkuat atau memperkokoh berdirinya satu tanaman. Sama halnya dengan keluarga yang berakar dalam Kristus, sumber kehidupan. Keluarga yang mendasarkan dan menjadikan Kristus sebagai fondasi dalam kehidupan keluarga serta membiarkan Kristus menjadi Kepala keluarga yang memimpin kehidupan keluarga. Dengan demikian, keluarga akan mampu menghadapi setiap persoalan hidup yang menerpanya. Keluarga yang berakar dalam Kritus juga berarti menjadikan frman Allah sebagai tempat tinggal keluarga, dan menyampaikan pengalaman atau kesaksian iman para leluhur kepada anggota keluarganya. b. Bertumbuh Tanaman dikatakan bertumbuh apabila ia menampakkan perubahan. Kunci untuk bertumbuh bagi keluarga Kristen adalah mempelajari frman Tuhan, memperkatakan frman Tuhan, dan melakukan frman Tuhan dalam hidup sehari-hari. Beberapa aspek pertumbuhan dalam keluarga Keluarga sebagai tempat bernaung kudus, artinya keluarga harus bersikap kritis dan menolak terhadap nilai-nilai yang merusak budaya keluarga. Keluarga yang menyambut kehadiran Allah dalam kehidupan sehari-hari, misalnya, menghadirkan simbol atau objek yang dapat mengingatkan kehadiran Allah salib, gambar Kristen, lagu rohani, dan lain-lain. Keluarga yang mencari tuntunan Allah yang dilakukan dalam berbagai pertemuan dan kebaktian keluarga. Keluarga yang menopang kehidupan religius/rohani masing-masing anggota keluarga. Terdapat hambatan yang menyebabkan orang tidak bertumbuh, yaitu banyak orang Kristen datang beribadah dan sangat senang mendengar khotbah, namun hanya sekadar untuk kepuasan intelektual, tanpa memiliki sukacita dan kerinduan yang besar untuk mempraktikkannya dalam kehidupan. Hambatan lain adalah responsnya terhadap frman Berbuah Seperti pohon yang menghasilkan buah, kehidupan keluarga kita pun harus menghasilkan buah kalau kita sudah berakar dan bertumbuh sebagai keluarga Allah. Buah yang dikehendaki Allah untuk dihasilkan oleh keluarga adalah melakukan kehendak-Nya sehingga keluarga menjadi kesaksian bagi sesama di dunia ini. Buah yang dihasilkan dalam keluarga dapat berupa Pencerminan kasih kepada Allah dalam kehidupan keluarga, sebagai perwujudan nyata realisasi keluarga Allah; penerimaan dan komitmen dalam keluarga untuk saling mengasihi tanpa syarat; serta pengukuhan dan dorongan antaranggota keluarga untuk menemukan kelebihan dan bakat masing-masing sebagai karunia bertumbuh, dan berbuah di dalam Kristus adalah suatu hal yang diinginkan Tuhan terjadi pada setiap manusia ciptaan-Nya, termasuk keluarga. Individu dan keluarga tidak dapat bertumbuh dan berbuah kalau tidak berakar di dalam Kristus. Bertumbuh dalam hubungan dengan Kristus mempunyai makna lebih mengenali Dia, lebih mengasihi, dan menaati-Nya. Bertumbuh sebagai keluarga Allah berarti bertumbuh dalam pengenalan akan Allah melalui karya-Nya, frman-Nya, dan pengorbanan Anak-Nya sebagai korban tebusan keselamatan bagi umat manusia.
PENDAHULUAN 1. KATA PENGANTAR. Sebagaimana yang kita ketahui, dalam Kejadian 2 : 18 , Tuhan Allah berfirman : “Tidak baik kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya yang sepadan dengan dia” Dari nats tersebut dapat kita ketahui bahwa terbentuknya keluarga Kristen merupakan inisiatif Allah itu sendiri.
. ocf48tynt3.pages.dev/235ocf48tynt3.pages.dev/428ocf48tynt3.pages.dev/201ocf48tynt3.pages.dev/178ocf48tynt3.pages.dev/226ocf48tynt3.pages.dev/58ocf48tynt3.pages.dev/280ocf48tynt3.pages.dev/469
apa yang dikehendaki allah dalam keluarga