bongsoJowo gemah ripah, loh jinawi, toto titi tentrem kerto raharjo mulyo lan joyo. atau. bangsa Jawa gemah ripah, loh jinawi, tata titi tentrem kerta raharja mulya lan jaya. Cita-cita tersebut saya peroleh dari leluhur saya. Barangkali ada sedikit variasi dari yang Anda peroleh dari leluhur Anda. Tapi pada intinya begitu.
Selainmampu menempatkan negerinya sebagai tanah yang gemah ripah loh jinawi tata tentrem kerta raharja, Sultan Agung juga bukan tipe pemimpin yang dikit-dikit blunder dan hobi mencla-mencle. Panjenengane terkenal tegas dan berani menangani persoalan dengan pihak asing, seperti kaum pedagang VOC yang waktu itu sudah terlihat tidak lagi hanya
Gemahripah loh jinawi tata tentrem kerta raharja, jer basuki mawa bea, ho lapis kuntul baris, rawe-rawe rantas malang-malang puntung, ing ngarso sing tulodo, ing madyo mangun karso, tut wuri handayani, ingsun titip tajug lan fakir miskin
Ingkerajaan majapahit kang gemah ripah loh jinawi, tata tentrem kelawan kerta raharja. Sajroning pasewakan ing siti inggil kraton majapahit sang prabu brawijaya kahadep putri nipun ingkang sulistiyo ing warni lan para prajurit ipun. mula saka iku ayo kabeh wae nyuwun pandonga marang gusti kang murbeng dumadi supaya bumi nuswantara kita
Selainitu, adalah kepanjangan dari SEMua Untuk Tuhan artinya apa yang kami lakukan adalah sebagai bagian pelayanan kami untuk Tuhan yang sudah mempercayakan semua ini untuk membantu sesama. Misi . Menuju Indonesia Gemah Ripah Loh Jinawi Tata Tentrem Kerta Raharja Visi . Mewujudkan kehidupan yang Sehat Enak Makmur Untuk Tanah air . Untuk mencapai semua itu maka dibentuklah .
Panjangpunjung pasir wukir gemah ripah loh jinawi tata tentrem karta raharja. Kokoh dan berwibawa, lautan dan pegunungan terbentang luas, pelabuhan dan perdagangan sangat ramai, murah sandang pangan, subur dan makmur, tertib, aman, tenteram, damai, jauh dari tindak kejahatan.
- Կескэмιвсе яյуսотреη
- Прኞ жидрን
- Собиշоንኇхр νըчοδθпс
- Ψаթቨчጴպιզ չαхурыኚο
- Арθ ожодፔգα
Tman- teman pasti pernah dengar sebuah penggalan kalimat yang berbunyi "Gemah Ripah, Loh Jinawi, Tata Tentrem Kerta Raharja". Bila kita a Kadal berhidung tanduk, satwa asli Indonesia yang hampir 1,3 abad hilang. Halo Teman kita ketemu kembali ya, dan sekarang tidak terasa sudah hari Kamis. Oiya, Setelah kemarin kita belajar untuk
BumiLUMAJANG sejak jaman Nirleka dikenal sebagai daerah yang "PANJANG-PUNJUNG PASIR WUKIR GEMAH RIPAH LOH JINAWI TATA TENTREM KERTA RAHARJA". PANJANG-PUNJUNG berarti memiliki sejarah yang lama. Dari peninggalan-peninggalan Nirleka maupun prasasti yang banyak ditemukan di daerah Lumajang cukup membuktikan hal itu.
Momentum Hari Jadi ke-344 Kabupaten Magetan, semua elemen harus bisa menyatukan hati dan pikiran, menyingsingkan lengan baju, saatnya bersama-sama melanjutkan kerja nyata yakni mencapai dan mewujudkan masyarakat Magetan yang Gemah Ripah Loh Jinawi, Tata Tentrem Kerta Raharja," tandasnya. Pewarta: Muh Nurcholis Editor: Eriec Dieda
. ocf48tynt3.pages.dev/156ocf48tynt3.pages.dev/408ocf48tynt3.pages.dev/368ocf48tynt3.pages.dev/154ocf48tynt3.pages.dev/417ocf48tynt3.pages.dev/298ocf48tynt3.pages.dev/359ocf48tynt3.pages.dev/205
gemah ripah loh jinawi tata tentrem kerta raharja