FotoMPI. A A A. JAKARTA - Duta Besar Ukraina untuk Indonesia Vasyl Hamianin mengatakan sosok pahlawan nasional Indoneisa Bung Tomo menjadi inspirasi bagi para pejuang Ukraina. Bagaimana tidak, video di YouTube yang berisi rekaman suara Bung Tomo yang meneriakkan "Merdeka atau Mati!" ketika sedang berperang melawan penjajah di Surabaya
Pekik"Merdeka" menggema di mana-mana kala itu. Semboyan seperti "Sekali Merdeka Tetap Merdeka" atau "Merdeka atau Mati" juga kerapkan diucapkan para pemuda dan pejuang, yang menunjukkan tekad untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Pun demikian pekik "Merdeka" ternyata tak hanya menggema dan digemakan di Indonesia. KemerdekaanIndonesia pada 17 Agustus tahun 1945, bukan tanpa perjuangan yang berat dari para pahlawan pada masa tersebut. Banyak sekali cara yang bisa dilakukan untuk mengingat para pejuang kemerdekaan seperti membuat puisi pahlawan. Indonesia yang saat ini telah maju, di daerah manapun Pins tinggal seperti di Grand Sharon Residence sebagai Perumahan di Kota Bandung yang terbaik, mengingat Untukmengapresiasi hari kemerdekaan ke-76 Republik Indonesia, kamu bisa menyusun puisi tentang kemerdekaan. Puisi merupakan satu di antara karya sastra yang berisi ungkapan atau curahan hati penulisnya. Dalam puisi biasanya menggambarkan keresahan, imajinasi, kritik hingga pengalaman penyairnya, yang dikemas dengan gaya bahasa indah.BapakSutomo atau akrab dipanggil Bung Tomo faktanya seorang orator ulung. Setiap tanggal 10 Nopember yang bertepatan dengan Hari Pahlawan, pidato beliau kembali bergaung. Kalimat Merdeka atau Mati menjadi sebuah ciri khas. Apalagi dengan lantunan Takbir yang membara. Beliau melantunkannya dengan semangat membara. Bung Tomo adalah seorang yang
Merdekaatau Mati Karya : Aqbar Wilmulda Indonesia. Negeri tempat kami lahir. Negeri yang diapit oleh dua samudera. Negeri yang pernah dirampas oleh penjajah. Negeri dimana ibu kami meneteskan darah. Tahun 1942, mereka datang dengan mengatakan "Kami adalah saudara tua bagi Indonesia". Kami menyambut mereka dengan tangan terbuka. Hari berganti bulan, bulan berganti musim. Fajar
Merdekaatau Mati. Politik | Friday, 20 Aug 2021, 21:31 WIB. Ilustrasi: republika.co.id. Heroik! Semboyan itu dikumandangkan Bung Tomo dalam perang mempertahankan kemerdekaan. Prinsip perjuangannya adalah " merdeka atau mati ". Pilihan kata merdeka, menjadi padanan yang setara dari kata hidup. Kehidupan yang merdeka jelas menjadi harapan kaum PekikanBung Tomo 'Merdeka atau Mati' (jabar.tribunnews.com) Jauh sebelum pertempuran pada 10 November 1945, Gubernur Suryo menyambut kedatangan Jenderal A.W.S Mallaby pada 25 Oktober 1945. Merdekaatau mati! Akhir Kehidupan Bung Tomo. Setelah Indonesia diakui oleh dunia internasional sebagai negara yang merdeka di tahun 1950, Bung Tomo sempat terjun dunia politik. Namun, setelah beberapa saat dia memutuskan untuk hengkang lantaran tidak kerasan. Dia akhirnya hanya menjadi tokoh nasional yang kerap memberikan masukan dan kritik .